SAMARINDA - Ketua LP2M UNMUL, Anton Rahmadi, Ph.D membuka Soft Launching KKN Pembekalan #1 KKN Angkatan 48 dengan tema Teknis Pelaksanaan KKN bagi Mahasiswa, Sabtu (4/6/2022). Pembekalan ini menghadirkan dua narasumber yaitu Rudy Agung Nugroho Ph.D dan Dr Anindita Septiarini. 

Dalam sambutannya, Anton menegaskan pelaksanaan KKN 48 ini, waktu yang tepat bagi mahasiswa untuk menjelajahi setiap wilayah pelosok Kaltim yang sebentar lagi menjadi Ibu Kota Negara (IKN). 

"Seperti kita ketahui, Kaltim akan menjadi IKN. Salah satu lokasinya di Penajam dan Kukar serta kota Samarinda dan Balikpapan sebagai daerah penyanggah IKN. Oleh karena itu Kaltim mengalami perombakan struktur luar biasa. Dan adik-adik mahasiswa berada dalam lingkaran struktur itu. Adik adik adalah SDM yang nantinya akan membangun Indonesia dari pusat IKN. Kita bisa lihat nanti 20 tahun kemudian banyak sekali alumni alumni KKN 48 berkiprah di IKN," ujar Anton. 

Setiap KKN akan membekas dalam setiap mahasiswa. Bagi Anton Rahmadi, pribadinya tak lupa bagaimana ditugaskan KKN di pelosok puncak gunung Jawa Barat dari Institut Pertanian Bogor (IPB). 

"Saya ingat sekali, untuk menuju desa yang menjadi lokasi KKN saya, harus menempuh perjalanan 4 hari. Dan setelah 25 tahun, saya ingin sekali kembali melihat desa yang pertama kali tempat saya mengabdi," jelas Anton. 

Pelaksanaan KKN 48 Unmul diharapkan tak ada perubahan rencana lagi. Setelah, 4 tahun terakhir, KKN Unmul alami perubahan mulanya secara luring menjadi daring karena pandemi Covid-19. Hingga terjadi meninggal seorang dosen lapangan KKN Unmul. 

Untuk itu, diharapkan seluruh mahasiswa KKN Unmul selalu berkoordinasi dengan dosen lapangan dalam pelaksanaan program kerjanya. 

"Kami berharap adik adik saat menyusun program dan kegiatan kegiatan yang akan dilakukan berkoordinasi dengan dosen lapangan. Jadi jangan ragu-ragu, gunakan teknologi yang bisa, zoom, komunikasi langsung telpon, WhatsApp. Gunakan semua itu," jelas Anton. 

Anton menambahkan KKN Unmul 48 ini miliki durasi 40 hari sampai 50 hari. Dan ada 6 mahasiswa KKN yang akan lebih cepat selesai dikarenakan harus berangkat ke luar negeri setelah mendapat beasiswa. 

"Kita mohon kerelaan teman teman semua (mahasiswa KKN) melepas mereka sebagai duta Unmul," jelasnya. 

Selain itu, terdapat pula mahasiswa Unmul melaksanakan KKN Kebangsaan di Pontianak Kalimantan Barat dan KKN tematik di Sepaku Semoy ring I IKN. 

Sementara itu, pembekalan teknis KKN ini dipandu moderator Mega Norsita, seorang peneliti dimana Rudy Agung Nugroho Ph D dosen FMIPA Unmul sebagai narasumber pertama menjelaskan teknis pelaksanaan KKN dengan penyusunan program kerja dan laporan kerja mahasiswa. 

"KKN Unmul 48 ini mengambil tema Desa Mandiri. Ini momentum yang sangat penting dan berharga. Dan ini kesempatan yang mulia bagi anda mahasiswa untuk bisa hadir di Kaltim yang sebentar lagi menjadi IKN membawa perubahan besar. Harusnya kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik bagi adik mahasiswa untuk kemandirian desa dalam rangka untuk menyokong IKN," kata Rudy Agung Nugroho. 

Dikatakan Rudy, program kerja yang dilaksanakan mahasiswa KKN 48 harus menyangkut visi Indonesia. Yaitu, Tumbuh, Tangguh, Terbarukan dan Sustainable. "Tentu saja ini berkaitan dengan green economic, kesehatan, pariwisata dan digital informasi," katanya. 

Adapun, Dr anidita Septiarini menjelaskan bagaimana program kerja disusun dan dilaksanakan mahasiswa KKN harus terhubung dengan dosen lapangan, agar bisa dinilai serta teknis pelaksanaan bagi mahasiswa Website dan logbook KKN. (myn)