BALIKPAPAN- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Minyak masih bergelut dengan persoalan penerangan jalan umum (PJU). Pasalnya, beberapa PJU butuh perawatan. Beberapa PJU tak berfungsi normal. Semisal di kawasan Km 1 Jalan Soekarno Hatta. Beberapa lampu PJU tak lagi menyala.

Kepala Dishub Balikpapan Elvin Junaidi mengatakan, tahun ini pihaknya menganggarkan sekitar Rp 1 miliar untuk perawatan PJU.

Menurutnya, anggaran itu untuk perawatan. Terkait total pastinya ia masih menginventarisasi. Pasalnya, beberapa PJU berbagi dengan kelurahan setempat.

“Memang ada beberapa titik PJU yang rusak. Seperti PJU di Jalan Soekarno-Hatta Km 1. PJU yang ada mati, sehingga ketika malam jalan cukup gelap,” terangnya.

Meski demikian, untuk PJU yang di bawah 4 meter itu kewenangannya ada di pihak kelurahan. Untuk anggarannya pun ada sendiri.

Sebagai informasi, berdasarkan kontribusi pajak pendapatan daerah dari pajak penerangan jalan (PPJ) yang dibayarkan oleh warga Kota Balikpapan di tahun 2021 mencapai angka Rp 123 miliar.

Dari PPJ sebesar Rp 123 miliar itu, yang diserahkan untuk pendapatan daerah hanya Rp 30 miliar. Anggaran yang dikembalikan ke masyarakat sebagai bentuk pelayanan.

Data Kaltim Post menyebutkan, tahun ini saja setidaknya ada pemasangan 1.300 titik PJU. Namun, jumlah ini oleh Dishub disebutkan sebenarnya masih kurang. Secara bertahap pemasangan titik baru akan ditambah, sesuai kemampuan keuangan daerah.

Titik baru yang termasuk di antara 1.300 tersebut misalnya ada di kawasan MT Haryono, Global Sport. Juga di sekitar kawasan Bandara SAMS Sepinggan, Rumah Jabatan Wali Kota, dan Jalan Soekarno-Hatta. Semua PJU baru ini dipasang di median jalan.

Data Dishub juga menyatakan, PJU untuk kebutuhan 5 tahun mendatang cukup banyak. Rata-rata setelah di-mapping, tiap tahun kebutuhan hampir seribu titik pasang baru. (ms/k15)

 

AJIE CHANDRA

[email protected]