SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kaltim Mei 2022 sebesar 121,54 atau turun 9,88 Persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. 

Penurunan NTP disebabkan oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang turun, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami peningkatan.

"It turun 9,56 persen sedangkan Ib naik 0,35 persen terhadap bulan sebelumnya. Nilai Tukar Petani selama tahun 2022 secara umum di Kaltim lebih dibanding dua tahun sebelumnya. Meskipun, bulan Mei mengalami penurunan namun masih lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya," jelas Kepala BPS Provinsi Kaltim, Ir Nur Wahid dalam siarannya di youtube, Kamis (2/6/2022). 

Diketahui bersama, NTP adalah indikator kesejahteraan petani, yang perhitungannya menggunakan rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani.

Pada Mei 2022, terdapat tiga subsektor yang mengalami peningkatan NTP, yaitu subsektor hortikultura (1,42 persen), subsektor peternakan (2,36 persen), dan subsektor perikanan (1,04 persen). 

Sedangkan, subsektor lainnya yang mengalami penurunan yaitu subsektor tanaman pangan (-0,59 persen) dan subsektor tanaman perkebunan rakyat (-18,54 persen).

"Namun demikian, tanaman perkebunan rakyat yang dominan dan tanaman pangan. Maka, secara keseluruhan NTP di Kaltim masih mengalami penurunan dibanding April 2022," kata Nur Wahid. 

Pada bulan Mei 2022, dari 34 provinsi yang dihitung NTP-nya, terdapat 29 provinsi yang mengalami penurunan NTP dan sisanya mengalami peningkatan. 

Penurunan NTP paling tinggi terjadi di Provinsi Riau dengan persentase penurunan sebesar 14,57 persen sedangkan peningkatan paling tinggi terjadi di Provinsi Jawa Tengah dengan persentase peningkatan 1,02 persen.

Dari lima provinsi di pulau Kalimantan, semua provinsi mengalami penurunan. Penurunan tertinggi terjadi di Kalimantan Barat sedangkan penurunan terendah terjadi di  Kalimantan Utara. Sementara itu, NTP mengalami penurunan 2,81 persen di tingkat nasional.

"Secara regional, Kaltim masih menempati posisi ketiga NTP tertinggi Mei 2022 setelah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah masing-masing miliki NTP sebesar 138,05 dan 121,97," kata Nur Wahid. (myn)