SAMARINDA–Pemkot tengah melakukan perubahan terhadap kawasan rumah jabatan wali kota Samarinda dan area Taman Cerdas yang terletak di wilayah Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu.

Hal tersebut tergambar dalam dokumen detail engineering design (DED) yang telah dikerjakan akhir tahun lalu. Hasil akhir untuk pelaksanaan seluruh program, diperlukan anggaran lebih dari Rp 30 miliar.

Terkait latar belakang program tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Cecep Herly menjelaskan, selama ini kawasan tersebut jadi lokasi tinggal wali kota, serta mengakomodasi kegiatan resmi meliputi rapat hingga seremonial. Sehingga, untuk memenuhi standar privasi, dilakukan rencana perluas kawasan ke arah belakang agar dapat memisahkan antara area privat dengan area untuk keperluan umum. "Itu hanya perombakan, bangunan yang tidak perlu akan diubah dalam rangka mengakomodasi tamu-tamu pribadi wali kota. Sedangkan kegiatan seremonial dan rapat seperti selama ini tetap bisa dilaksanakan," ucapnya, Selasa (31/5).

Berkaitan dengan keberadaan Taman Cerdas dan gedung PKK juga akan ditingkatkan, contohnya pembangunan perluasan bangunan dengan kapasitas tampung hingga 500 orang. Serta untuk area parkir dan aktivitas lainnya.

"Sedangkan taman cerdas akan mengusung konsep ramah anak dan difabel. Karena selama ini perawatan vegetasi tidak betul-betul dilaksanakan, sehingga akan dirombak mengembalikan pada fungsi awalnya," singkatnya.

Dia menambahkan, terkait penganggaran serta pelaksanaan, tentu menjadi ranah tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) menyesuaikan kekuatan anggaran. Di mana pada DED kawasan diperlukan dana sekitar Rp 30 miliar untuk mewujudkan konsep tersebut (lihat infografis). "Sudah bertahap dikerjakan dari 2021 hingga kini dianggarkan Rp 10 miliar dari APBD 2022," singkatnya.

Mengenai detail bangunan dalam kawasan tersebut, Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) proyek penyusunan DED bangunan rumah jabatan wali kota Samarinda dan Taman Cerdas, Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Samarinda Agus Widodo menerangkan, luas eksisting lahan sekitar 1,8 hektare, dan itu akan dimaksimalkan tanpa penambahan lahan. Sementara tahun ini pelaksanaan dimulai dengan pengerjaan bangunan penunjang di rumah jabatan. "Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 10,6 miliar," singkatnya. (dra/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46