BALIKPAPAN – Peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Balikpapan kembali digagalkan pihak kepolisian. Barang haram seberat 2 kilogram yang dibawa AS (29), warga RT 08 Kelurahan Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, itu berhasil diamankan Polresta Balikpapan, Senin (30/5) dini hari. Tersangka diciduk saat hendak bertransaksi di tepi Jalan Soekarno-Hatta, Km 5, RT 36, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, sekira pukul 01.30 Wita.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol V Thirdy Hadmiarso didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Roganda menyampaikan, saat diinterogasi, tersangka mengaku disuruh atau diperintahkan oleh seseorang yang sering dipanggil dengan sebutan K. Yang saat ini, masih dalam penelusuran dan masuk daftar pencarian orang (DPO) Polresta Balikpapan.

AS mendapat upah dari tugasnya sebagai kurir tersebut sebesar Rp 1 juta. “Setiap kali mengantarkan sabu ini,” kata dia di halaman Mapolresta Balikpapan, Selasa (31/5).

Dari hasil penyelidikan juga diketahui bahwa tersangka berprofesi sebagai petani atau pekebun ini bukan residivis. Namun, sudah pernah sembilan kali sebelumnya mengantarkan sabu dari Samarinda ke Balikpapan.

Menurut keterangan tersangka, barang yang diantar sebelumnya tidak sebesar ini, yang mencapai 2 kilogram. “Biasanya kisaran 1 sampai 3 ons. Karena yang bersangkutan ini adalah seorang kurir yang mendapatkan upah Rp 1 juta setiap 50 gram. Dan pelaku belum menerima upahnya,” kata pria berpangkat melati tiga di pundaknya ini.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka adalah sebuah kardus berisi dua bungkus plastik teh Tiongkok warna hijau yang di dalamnya berisi narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram. Beserta satu motor Yamaha R15 dengan nomor polisi KT 2581 BCV yang dikendarai tersangka.

Untuk paket kali ini, tersangka mengambil barang di sekitar Jembatan Mahkota II Samarinda, sesuai arahan K. Mereka sudah berteman selama dua tahun yang dikenal melalui telepon. “Inisial K ini masih kami cari,” ujar Thirdy.

Dengan mengantarkan sabu seberat 2 kilogram ini, tersangka bakal mendapatkan upah Rp 40 juta. Apabila upah pengantaran sebagai kurir sabu ini dihitung per 50 gram mendapatkan Rp 1 juta. Sabu seberat 2 kilogram ini juga setara dengan harga Rp 2 miliar. Yang apabila per satu gram dipakai empat orang, maka dengan penangkapan sabu-sabu seberat 2 kilogram ini, dapat menyelamatkan 8 ribu jiwa.

Atas perbuatannya sebagai kurir sabu-sabu ini, AS dijerat dengan Pasal 112 Ayat 2 subsidair Pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun, dan paling lama 20 tahun.

Sementara itu, AS mengaku hanya mendapatkan instruksi untuk mengantarkan paket sabu-sabu seberat 2 kilogram dari K. Alasan dia menyanggupi menjadi kurir sabu dari K adalah untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya. Karena penghasilannya sebagai petani atau pekebun sangat minim.

Perkenalannya dengan K, juga dikenalkan oleh temannya. Selama menjadi kurir sabu, dia mengakui sudah sembilan kali mengantarkan paket tersebut dari Samarinda ke Balikpapan. “Uangnya buat (kebutuhan) sehari-hari. Karena selama ini masih kurang,” akunya.

Kasat Resnarkoba Polresta Balikpapan Kompol Roganda mengatakan, sejak bulan ini sudah ada 35 kali penangkapan kasus narkotika yang ditangani pihaknya. Dengan jumlah tersangka 37 orang.

Sementara itu, sejak Januari hingga Mei, sudah ada 117 kasus narkotika yang ditangani Polresta Balikpapan. Dengan jumlah sabu-sabu seberat 3,379 kilogram dari 143 tersangka. “Yang mendominasi memang sabu. Dengan penangkapan kebanyakan di daerah Gunung Bugis (Balikpapan Barat),” tutup dia. (kip/dwi/k16)