SAMARINDA - Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Kartanegara menetapkan Masli atau Maslih alias Muslim sebagai tersangka kasus pencurian kotak amal. 

Masli diketahui pria berusia yang lanjut usia ditangkap usai aksinya meresahkan menyebarkan ancaman teror di Kecamatan Loa Janan, Loa Kulu dan Tenggarong. 

Kapolres Kukar, AKBP Arwin Amrih Wientama dalam jumpa pers menjelaskan tersangka sudah membuat resah publik Kukar. 

"Kita menangkap pelaku penyebar ancaman teror dan pencuri kotak amal. Pelaku kita tangkap di Masjid Al-Muttaqin KM 5 Timbau Tenggarong, Selasa 31 Mei 2022 pukul 01.00 Wita," jelas AKBP Arwin Amrih Wientama, yang didampingi Kasatreskrim AKP Ganda Syah dan Kasubag Humas AKP I Ketut Kartika, Selasa 31 Mei 2022.

Untuk kepentingan penyidikan, polisi menyita barang bukti 14 lembar kertas bertuliskan "Perintah menyiapkan uang dan ancaman membunuh apabila uang tidak disiapkan panitia Masjid, satu buah sepeda motor Honda Beat, Kotak amal Langgar Al-Huda Timbau, satu bongkah batu digunakan memecahkan kotak amal. 

Hasil penyelidikan kepolisian sementara, modus operandi pelaku Masli dengan melakukan pencurian kotak amal di setiap masjid, langgar dan toko serta warung makan di Kukar, Samarinda hingga Balikpapan. Pelaku juga melakukan ancaman dan teror kepada panitia Masjid. 

"Motif pelaku melakukannya karena faktor ekonomi karena tidak ada keluarga yang memperhatikan sehingga ingin mendapatkan sejumlah uang untuk makan dan pakaian sehari-hari," jelas Kapolres Kukar. 

Kini, pelaku Masli dijerat pasal 363 KUHP dan atau pasal 335 KUHP jo pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. 

Terkait, pelaku Masli mengaku pernah menjadi pasien di rumah sakit jiwa di Samarinda, Polres Kukar akan melakukan pendalaman lebih lanjut dengan pemeriksaan medis.

Sebelumnya, pria diduga mengidap gangguan jiwa, seorang pria lanjut usia diamankan polisi usai menebar teror meminta uang di sejumlah Masjid dan Langgar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (31/5/2022). 

Teror dilakukan pelaku dengan membuang surat kaleng berisi permintaan uang masjid dan langgar yang harus disiapkan panitia atau pengurus. Aksi dilakukan di Masjid Al Istiqomah di Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan dan di Masjid Al Mizan, Kecamatan Loa Kulu. 

Pengurus masjid diminta menyiapkan uang mulai tanggal 30 Mei 2022 ini sampai 1 Juni 2022. Bila tidak dipenuhi, maka ada dibunuh. Disebut juga nama-nama Jendral Nurdin Balikpapan dan Abu Bakar dalam surat teror pelaku. 

Video penangkapan pelaku teror Masjid dan Langgar tersebar di media sosial. Dalam akun pribadi "Pak Bhabin Loakulukota" masyarat diimbau tetap tenang atas teror Masjid dan langgar ini. 

 

"Assalamualaikum Wr Wb.. 

Di sampai kan kepada warga LOA KULU jangan terlalu panik dan selalu tetap waspada. 

Alhamdulillah yang bersangkutan sudah berhasil di amankan oleh pihak Kepolisian," dalam tulisan akun tersebut.

Terdapat dialog juga pelaku diberi pertanyaan apakah yang bersangkutan mengantongi surat kuning (khusus pengidap gangguan jiwa) dari rumah sakit jiwa Atma Husada atau rumah sakit lain di Samarinda. (myn)