DINASPenanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda telah memastikan tak akan memperpanjang izin tempat hiburan malam (THM). Pasalnya, izin yang selama ini dikantongi para pelaku usaha dunia malam di Kota Tepian bertentangan dengan peraturan daerah (perda).

Kepala DPMPTSP Samarinda Jusmaradhana menerangkan, aturan penjualan miras di ibu kota Kaltim mengacu Perda Nomor 6/2013, yang mana telah tegas mengatur untuk bar, pub, diskotek, karaoke dewasa hanya boleh menjual miras golongan A. Dengan kadar alkohol 1–5 persen, sementara golongan di atasnya tidak boleh di jual THM. "Ya, izin tidak akan diperpanjang," jelasnya.

Jusmaradhana pun mengingatkan bagi THM yang izinnya telah kadaluwarsa, namun tetap beroperasi, akan berurusan dengan Satpol PP selaku penegak perda. Sebab, tanpa izin dan tetap melakukan penjualan miras, statusnya sama dengan toko kelontongan yang secara ilegal menjual alkohol. "Berurusan dengan Satpol PP. Sebab, penegakan peraturan daerah merupakan ranah Satpol PP," tegasnya.

Setidaknya ada delapan THM di Samarinda yang tiap tahunnya memperpanjang izin perdagangan dan tempat penjualan miras. Sebelumnya, mereka mengantongi izin untuk seluruh golongan. Mulai golongan A kadar alkohol 1–5 persen, golongan b kadar alkohol 5–20 persen, dan golongan c kadar alkohol 20–55 persen. Berdasarkan aturan, golongan b dan c hanya dapat dijual di hotel berbintang dan restoran hotel berbintang.

Ditemui terpisah, Kabid Perundangan Satpol PP Samarinda Herri Hardany mengatakan, izin tidak lagi diperpanjang karena ada tidak keselarasan dengan Perda Nomor 6/2013. THM tidak bisa seenaknya tidak mengantongi izin, tapi untuk saat ini distop. "Kalau kami turun ke lapangan pasti kami sidak, tentu akan ada tindakan," singkat Herri. (dra/k8)

 

ASEP SAIFI ARIFIAN

@asepsaifi