Parade baris-berbaris para personel Angkatan Kepolisian Hongkong (HKPF) tidak akan lagi menggunakan tata cara Inggris seperti yang dilakukan selama ini.

Mulai 1 Juli, bersamaan dengan peringatan 25 tahun kembalinya Hongkong ke Tiongkok, HKPF akan melakukan parade jalan kaki ala Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA).

”Ala PLA ini sebagai simbol perubahan ideologi, mengikis unsur kolonialisme, dan menunjukkan bahwa Hongkong tidak dapat dipisahkan dari bagian Tiongkok,” kata Kepala Asosiasi Pejabat Junior Kepolisian Hongkong Lam Chi-wai dikutip media setempat seperti dilansir dari Antara, Selasa (31/5). Menurut dia, perubahan tata cara tersebut dapat meningkatkan patriotisme jajaran HKPF, memperkuat identitas nasionalisme, dan menumbuhkan rasa cinta kepada Hongkong.

Perubahan tersebut atas bimbingan Garnisun PLA di Hongkong dan pertama kali dipraktikkan dalam latihan berbaris pada Februari 2021. Saat itu, Garnisun PLA melatih sedikitnya 1.000 personel dari lima unit disiplin HKPF sebagaimana laporan media penyiaran Tiongkok.

Kemudian pasukan pengibar bendera pada upacara pengibaran bendera yang digelar Pemerintah Hongkong pada 1 Juli 2021, sudah mempraktikkan baris-berbaris ala PLA. Semua inspektur dan taruna yang direkrut HKPF pada Oktober 2021 sudah dilatih berbaris ala PLA. 

Demikian pula dengan para personel keimigrasian, kepabeanan, pemadam kebakaran, dan instansi lain di Hongkong, akan memulai berbaris ala PLA pada 1 Juli. Sementara itu, Kepala Eksekutif Hongkong terpilih John Lee Ka-chiu menghadap Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing, Senin (30/5), setelah menerima sertifikat pengangkatan dari Perdana Menteri Li Keqiang.

”Pemerintah pusat mengesahkan dan percaya penuh kepada Anda,” kata Xi. Lee, mantan Sekretaris Utama Hongkong yang lama menjabat kepala HKPF memenangi pemilihan umum calon tunggal beberapa waktu lalu. (jpc)