SAMARINDA–Kebakaran yang melahap 18 bangunan dan 100 pintu bangsal di Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 2, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, sejumlah warga pemilik rumah mulai membersihkan puing-puing kebakaran, dengan harapan bisa membangun kembali.

 Namun, di tengah rencana warga korban kebakaran yang ingin kembali membangun rumah mereka di bantaran Sungai Mahakam, Ketua RT 2 Dewi Sartika menceritakan kebingungan warganya. Terkait mengenai izin mendirikan bangunan di lokasi yang sebenarnya masuk area jalur hijau. "Memang ada warga yang sudah bertanya mengenai hal itu (izin), tapi saya juga belum bisa menjelaskan karena belum ada pernyataan boleh atau tidak," ungkap Dewi.

Menurut dia, warga menanyakan persoalan izin tersebut pada dasarnya karena warga sadar adanya larangan membangun bangunan di jalur hijau. "Kalau saya tentu tidak bisa mengizinkan, tapi juga tidak bisa melarang. Karena banyak bangunan rumah tinggal dan indekos di sepanjang jalan ini (tepi sungai). Dan itu sudah berdiri lama," ujarnya.

Untuk saat ini pihaknya fokus membantu warganya yang terkena dampak musibah kebakaran dengan menyalurkan bantuan yang diterima. "Kalau ada warga yang membersihkan sisa-sisa kebakaran rumahnya silakan. Kami sebatas membantu meringankan beban dengan penyaluran bantuan agar merata," pungkasnya. (kpg/oke/dra/k8)