BALIKPAPAN–Pendaftaran bakal calon rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) periode 2022–2026 resmi berakhir. Hingga penutupan pendaftaran pada 26 Mei lalu, ada lima pelamar yang telah mendaftarkan diri secara daring melalui laman pilrek.itk.ac.id.

Ketua Panitia Pelaksanaan Pemilihan Rektor ITK periode 2022–2026 Moch Purwanto menyampaikan, pihaknya belum bisa memublikasikan lima nama pelamar pemilihan rektor ITK. Karena hal itu bukan menjadi kewenangan panitia pemilihan. Namun, pendaftar bakal calon rektor ITK itu, ada yang berasal dari Kalimantan dan luar Kalimantan.

“Untuk menyampaikan latar belakang beserta nama pendaftar adalah kewenangan Senat ITK. Kami tugasnya hanya menghimpun dan memverifikasi berkas pendaftar. Tunggu saja waktunya akan kamu sampaikan, nanti umumkan secara resmi,” katanya kepada Kaltim Post, akhir pekan lalu.

Setelah tahapan pendaftaran berakhir, akan dilanjutkan dengan tahapan verifikasi berkas pendaftar bakal calon rektor ITK. Karena sebagai jadwal yang telah disusun, tahapan pemilihan bakal calon rektor ITK periode 2022–2026 terbagi atas empat bagian. Yakni, tahapan penjaringan bakal calon rektor. Meliputi pendaftaran bakal calon rektor yang dibuka mulai 20 April dan berakhir pada 26 Mei.

Lalu seleksi administrasi pada 13 Juni hingga 8 Juli, dan pengumuman hasil penjaringan pada 22 Juli. Kemudian tahapan kedua adalah penyaringan calon. Diawali dengan penyampaian visi, misi, dan program kerja bakal calon di hadapan rapat senat terbuka pada 27 Juli hingga 26 Agustus. Selanjutnya, penilaian dan penetapan tiga calon rektor oleh senat dalam rapat senat tertutup pada 7 September.

Tahapan ketiga adalah pemilihan calon rektor. Yang akan dilaksanakan pada 16 November. Tahapan terakhir, penetapan dan pelantikan yang dijadwalkan pada 19 Desember. “Masa verifikasi, insyaallah akan kami mulai Senin (hari ini). Dan akan kami buka sama-sama datanya. Lalu diverifikasi dulu. Dari situ, akan diketahui apakah berkasnya lengkap atau tidak. Baru akan kami umumkan di tanggal 22 Juli. Jadi ada waktu 1,5 bulan bukan untuk verifikasi berkas. Karena berkasnya cukup banyak,” papar dia.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITK itu menambahkan panitia juga akan mengecek instansi pendaftar. Syarat untuk mendaftar sebagai bakal calon rektor ITK periode 2022–2026 adalah PNS dengan pengalaman sebagai dosen dan jenjang akademik paling rendah adalah lektor kepala.

Dengan usia maksimal 60 tahun saat berakhirnya masa jabatan rektor kala menjabat, dan berpendidikan doktor atau S-3. “Nanti panitia menyampaikan ke senat pada H-3 sebelum diumumkan pada 22 Juli,” terangnya.

Jumlah pelamar pada pemilihan rektor ITK periode 2022–2026 ini, jauh lebih banyak dari pemilihan rektor periode sebelumnya. Pada tahapan pendaftaran dan verifikasi berkas pemilihan rektor ITK periode 2018–2022 hanya empat pendaftar. Empat pendaftar itu, dinyatakan lolos verifikasi. Sementara pada pemilihan rektor ITK periode 2022–2026 ada lima pendaftar.

“Kalau kelima pendaftar ini lolos verifikasi, akan lanjut ke tahapan pemaparan visi dan misi. Ada 17 poin yang akan diverifikasi panitia. Semuanya akan dicek satu demi satu. Kalau ada satu poin saja yang tidak sesuai, maka bisa gugur,” tegas Purwanto.

Bila nantinya ada peserta yang tidak lolos verifikasi berkas, panitia pemilihan rektor ITK periode 2022–2026, akan kembali memperpanjang masa pendaftaran. Semisal dari lima pendaftar hanya ada dua pendaftar yang dinyatakan lolos verifikasi, maka akan dibuka masa pendaftaran perpanjangan selama seminggu. (rom/k8)

 

RIKIP AGUSTANI

[email protected]