Untuk kali kedua secara beruntun, Alex Rins mengalami crash yang berakhir pada DNF (did not finish). Di MotoGP Italia, Minggu (29/5), pembalap Suzuki tersebut terlibat insiden senggolan dengan rider LCR Honda Takaaki Nakagami.

Rins marah besar dan menyebut Taka adalah rider paling berbahaya di MotoGP saat ini. Nakagami dan Rins sedang bertarung berebut posisi ke-12 pada awal balapan. Penampilan buruk di kualfikasi membuat Rins harus start dari posisi 21.

Saat berupaya menyalip Taka dari sisi dalam tikungan 11 ke kiri pada lap ke-7, keduanya bersenggolan dan Rins mengalami crash.

”Jujur saja aku tidak mengerti apa yang dia lakukan. Aku melihat video dan terlihat dia keluar dari jalur balapnya,” ungkap Rins usai balapan. ”Pada lap sebelumnya aku mencoba menyalipnya di tikungan yang sama. Antara 10 dan 11. Dan dia mempertahankan posisinya.”

”Jadi di lap berikutnya aku berusaha menggeber motorku lebih kencang dengan membuka gas (di tikungan yang sama) agar aku bisa berada di depannya. Sementara dia berada di sisi luar (tikungan).”

”Saat aku menikung dia ada di sana (di jalur balap Rins) dan kami bersenggolan.” ”Aku tidak mengerti keputusan stewards. Mereka bilang aku tidak berada di depannya (Taka) dan mereka tidak akan menjatuhkan penalti kepadanya.”

”Jika kalian bertanya kepada beberapa pembalap, dia (Taka) adalah salah satu pembalap paling berbahaya di trek dalam hal overtaking.”

”Tapi semuanya sudah terjadi. Beruntung tidak ada rider lain di belakang kami.” Rins menambahkan, insiden tersebut akan dibahasnya dalam komisi keselamatan di GP Catalan akhir pekan ini.

”Aku belum berbicara dengan Taka. Tentu hal ini akan menjadi topik yang perlu dibahas di dalam komisi keselamatan. Karena menurutku, stewards (pengawas balapan) tidak melakukan tugasnya dengan baik.”

”Aku mendatangi stewards dan berbicara kepada Freddie Spencer. Aku bilan kepadanya “kawan, kau adalah mantan pembalap. Kau telah melakukan banyak sekali overtaking.”

”Dan tidak ada aturan dalam regulasi yang berlaku bahwa ketika seseorang menyalipmu, kau harus menutup gas. Inilah yang kita lakukan sebagai pembalap.” ”Jadi aku tidak paham mengapa Taka melakukan itu. Sangat-sangat berbahaya. Kami membalap di MotoGP, tidak seharusnya membalap seperti itu.” (jpc)