Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda telah rampung melakukan pembangunan peningkatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bengkuring dengan kapasitas 60 liter/ detik.

Gubernur Kaltim Isran Noor pada Senin (30/5)  meresmikan IPA Bengkuring tersebut dan siap untuk dioperasikan.

Selain Gubernur Kaltim turut hadir juga sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Samarinda Andi Harun, Kepala Dinas PUPR Kaltim AM Fitra Firnanda, dan Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Nor Wahid Hasyim.

Gubernur Kaltim, Isran Noor memberikan apresiasi atas diresmikannya IPA Bengkuring dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Meskipun masih mengunggulkan kuantitas akan tetapi Isran berharap kedepannya secara bertahap kualitas air bersih dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kaltim.

Terima kasih dan kalian selamat akan diresmikannya IPA Bengkuring semoga kebutuhan air bersih semakin dapat terpenuhi paling tidak dari sisi kuantitas dulu kalau dari kualitas kan belum, belum bisa langsung diminum harus dimasak dulu," Kata Isran.

Orang nomor satu di Kaltim itu menurutkan pemenuhan air bersih secara bertahap terus diupayakan. Saat ini secara keseluruhan sebanyak 70 persen daerah di Kaltim telah dialiri oleh air bersih. Meskipun di daerah perkotaan sudah 80 persen terpenuhi. Oleh karenanya upaya pemerataan terus dilakukan.

Kemudian Isran juga berpesan agar wali kota terus melakukan pemantauan serta pemeliharaan terhadap IPA-IPA yang telah beroperasi di Samarinda. Tentu harapannya seluruh masyarakat bisa merasakan manfaat air bersih setiap saat.

"Semoga instalasi ini bisa dirawat oleh wali kota dan tentunya bisa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat di sekitar bengkuring ini. Kita banyak air dan memiliki kualitas air yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltim tapi secara bertahap karena kita tidak bisa langsung memenuhi seperti membalik tangan," ujarnya.

Sementara itu Direktur Bidang Teknik Perumdam Tirta Kencana Ali Rachman menjelaskan usia peresmian saluran air belum bisa berjalan 60 liter/detik. Pasalnya Perumdam harus menunggu pompa hingga bulan depan, usai pompa terpasang dengan baik maka pengairan bisa berjalan sebanyak 60 liter/detik.

"Ini IPA 60 liter/detik tapi baru kami jalankan 40 liter/detik. Belom maksimal karena kami masih menunggu pompa yang di Imtek. Begitu bulan depan pompa datang kemungkinan sudah bisa kami maksimalkan sesuai dengan yang ada," kata Ali.

Pihaknya pun akan melakukan evaluasi secar rutin untuk memastikan sejumlah aliran yang terganggu sepanjang kawasan Samarinda Utara itu tidak akan ada lagi gangguan. Aliran air pun bisa mengalir setiap saat tanpa bergantian satu sama lainnya.

"Kemudian aliran yang terganggu selama ini daerah Samarinda utara yang selama ini bergilir Insya Allah tidak ada lagi. Kami akan evaluasi tiap hari untuk tidak ada giliran begitu sudah tidak ada giliran kami akan siap untuk buka sambungan baru," lanjutnya.

Ali pun menegaskan, IPA Bengkuring ini dapat mengaliri lebih dari 3 ribu rumah di sepanjang Kawasan Bengkuring hingga Wahid Hasyim II. Namun ia lebih mengutamakan pelanggan yang masih mengalami perairan secara bergilir untuk bisa merasakan air setiap saat.

Ali pun menegaskan, IPA Bengkuring ini dapat mengaliri lebih dari 3 ribu rumah di sepanjang Kawasan Bengkuring hingga Wahid Hasyim II. Namun ia lebih mengutamakan pelanggan yang masih mengalami perairan secara bergilir untuk bisa merasakan air setiap saat.

"Kurang lebih ada 3.600 sambungan rumah yang tersambung dan dinikmati. Tapi itu kalau baru, tapi ini karena layanan yang bergilir mau tidak mau yang bergilir dulu kami utamakan kalau pelanggan yang bergilir ini sudah terpenuhi maka kita buka yang baru," pungkasnya. (**)