Hujan dengan intensitas sedang mengguyur Samarinda beberapa hari terakhir. Banjir pun terjadi di beberapa tempat. Salah satunya di Jalan Damai, Samarinda Ilir.

TUMPAHAN air di jalanan itu sampai berarus deras dan membawa lumpur. Dari pantauan media ini di lapangan selama dua jam selepas hujan, banjir masih terjadi di Jalan Damai kemarin. Paling tidak tiga lokasi genangan air yang cukup tinggi muncul di badan jalan.

Arus air cukup deras membuat pengendara sepeda motor harus berhati-hati. Abdullah (24), warga, mengatakan banjir dengan arus deras memang kerap terjadi di jalan tersebut. Namun, banjir kali ini intensitasnya lebih lama dibanding sebelumnya.

“Biasanya banjir cuma lewat dan hanya sekitar satu jam saja. Ini sudah dua jam belum turun (surut) air,” ucapnya.

Dia menilai, banjir ini lebih lama karena dipengaruhi pasangnya air Sungai Mahakam. “Mungkin karena air pasang. Tapi sebentar lagi juga surut ini,” terangnya.

Warga lainnya, Aminah mengatakan, banjir di Jalan Damai kerap terjadi sejak medio 2010. Tapi luapan air ke jalan hanya berlangsung hitungan jam. Meski begitu, tetap ada rumah warga yang terendam. “Rumah saya salah satunya. Walau hanya sebentar tetap saja merepotkan,” ungkap Aminah.

Ditambah drainase di Jalan Damai tidak seluruhnya terhubung dengan baik. Dengan debit air yang besar, air meluap ke jalan bahkan banjir yang menerjang kerap membawa lumpur.

“Paritnya belum sempurna. Jadi aliran air tidak lancar. Apalagi habis hujan air dari atas seperti tumpah,” bebernya.

Dia berharap, pemerintah dapat memberi perhatian terkait kondisi banjir di Jalan Damai. Mengingat kondisi seperti ini sudah berlangsung lama.

“Saya harap pemerintah serius. Kami juga sudah sering sampaikan masalah ini. Tapi sampai sekarang tidak ada solusinya,” tandas dia. (mrf/beb/kpg/kri/k8)