Pekikan warga bersahutan. “Api, kebakaran, air, air, air”. Kata-kata itu terus berulang terlontar dari warga yang bermukim di Jalan S Parman, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, sekitar pukul 11.00 Wita. Si jago merah mengamuk hebat, (26/5). Bahkan, beberapa jam setelahnya, api kembali menyasar permukiman di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Loa Janan Ilir.

 

TAKada yang tahu datangnya musibah. Samarinda dilanda dua kali musibah kebakaran. Dari dua lokasi kebakaran tersebut, total puluhan rumah dan lebih 100 jiwa kehilangan tempat tinggal. Keduanya pun berada di area permukiman padat penduduk. Bahkan, sehari sebelumnya, kawasan Jalan P Suryanata pun sempat jadi sasaran amukan api.

Kebakaran dua kali dalam sehari kemarin diawali di Jalan S Parman, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang. Rata-rata bangunan yang hangus bermaterialkan kayu. Sehingga, api dengan cepat menyebar ke bangunan lainnya. Terlebih, angin berembus cukup kencang, membuat petugas pemadam kebakaran dan relawan di lokasi kejadian kewalahan. Ditambah akses menuju titik api sempit. Dari data yang tercatat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Samarinda, kebakaran di kawasan S Parman membuat 13 bangunan rata dengan tanah.

 Kadis Damkar dan Penyelamatan Samarinda Hendra AH mengatakan, jajarannya yang dibantu relawan di Samarinda telah berusaha maksimal untuk bisa secepatnya menjinakkan si jago merah. Soal dugaan kebakaran, Hendra belum bisa menyimpulkan penyebabnya. “Apakah korsleting listrik atau karena kompor. Kami belum tahu, itu masih dalam penyelidikan kepolisian,” jelasnya.

Kebakaran kedua berselang empat jam setelah api dari lokasi pertama bisa dikuasai. Dari data yang tercatat, ada sekitar 18 bangunan yang jadi korban kebakaran. Rumah tinggal dan tempat usaha. Sekitar 100 jiwa terpaksa mencari tempat hunian sementara di rumah kerabat atau keluarga. Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda pun turut melakukan pemeriksaan guna mencari penyebab dari musibah kebakaran di dua titik tersebut. (dra/k8)