Titik Nol Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tempat wisata dadakan. Banyak masyarakat datang untuk berlibur dan menghabiskan waktu senggang mereka di sana.

 

SAMARINDA - Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menilai hal itu tentu menjadi sesuatu yang bagus lantaran bentuk rasa penasaran sekaligus menjadi harapan masyarakat tentang IKN di Kaltim.

Rasa penasaran itu merupakan bentuk dukungan dan kepedulian masyarakat Kaltim terhadap rencana pemindahan IKN, sehingga masyarakat tanpa adanya amanat dan dengan sukarela membawa keluarga berbondong-bondong ingin melihat Titik Nol IKN.

“Saya lihat ini positif dan bagus,” ungkapnya, Rabu (18/5). Namun, dia berharap kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan tertib dengan baik. “Saya pikir tidak masalah. Sebenarnya itu bukan destinasi wisata yang disengaja dibuat sehingga fasilitasnya pasti minim,” tuturnya.

 “Tapi yang terpenting bahwa ini adalah bentuk perhatian dan harapan masyarakat Kaltim terhadap kehadiran IKN di Titik Nol yang sering dikunjungi,” sambungnya.

Ia menambahkan, kawasan Titik Nol IKN memang memiliki fasilitas yang minim. Meskipun begitu, pihak pemerintah tidak dapat memberikan dorongan untuk memaksimalkan potensi tersebut. Sebab, hal itu menurutnya hanya sebagai reaksi spontan masyarakat.

 “Kita tidak bisa mendorong. Ya tinggal masyarakat di sana menjaga ketertiban. Kalau tidak bisa menjaga ketertiban dan kebersihan sendiri dapat bekerja sama dengan elemen masyarakat di sana yang bisa mengkoordinir kebersihan dan ketertibannya,” pungkasnya. (adv/hms7/kri/k16)