Sertifikasi halal merupakan bagian penting yang tak boleh ditinggalkan. Agar pelaku usaha lokal mampu bersaing.

BALIKPAPAN–Anggota DPRD Kaltim Muhammad Adam menyebutkan, untuk memberikan rasa nyaman di tengah masyarakat, penting bagi pelaku usaha makanan mendaftarkan produknya ke lembaga sertifikasi halal.

Hal tersebut dikatakan Adam saat menghadiri rapat koordinasi percepatan sertifikasi halal untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan evaluasi serta penguatan tim terpadu penataan dan pengawasan produk halal dan higienis Kaltim, Rabu (18/5).

Pada acara yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI dan Pemprov Kaltim tersebut ia menuturkan bahwa sebagai negara mayoritas muslim, Indonesia menjadi salah satu tujuan negara lain mendistribusikan produk makanannya.

Khususnya Kaltim, sebagai daerah yang ke depannya menjadi ibu kota negara, jaminan produk halal tentu menjadi bagian penting yang harus diseriusi bersama. Sebab, pertumbuhan perekonomian dinilai akan lebih pesat.

“Sebagaimana yang disampaikan BPJPH bahwa jaminan ketersediaan produk makanan yang halal dan higienis berdampak besar terhadap kenyamanan bersama, tidak hanya warga lokal, tetapi para investor dan wisatawan,” ujarnya.

Sebab itu, pihaknya mengimbau kepada UMKM dan restoran serta rumah pemotongan hewan agar bersertifikasi halal. Itu dimaksudkan agar pelaku usaha khususnya lokal dapat bersaing di tengah gempuran produk luar.

“Di samping terus berinovasi, sertifikasi halal juga bagian penting yang tidak boleh ditinggal. Terlebih biaya dalam pengurusan terus diturunkan tiap tahunnya dan bagi UMKM mendapatkan subsidi dari pemerintah,” katanya. (adv/hms4/dwi/k8)