Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, SH ME menerima sertifikat lahan Bandar Udara (Bandara) Datah Dawai Kecamatan Long Pahangai seluas 243.500 m2, yang diserahkan oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kutai Barat (Kubar) Idrus Alaydrus, A Ptnh, di Hotel Aston Samarinda pada Rabu (11/05).

SAMARINDA -Acara penyerahan itu turut disaksikan oleh Ketua DPRD Mahulu Novita Bulan, SE MBA; Sekretaris Daerah Mahulu Dr Stephanus Madang, SSos MM; Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mahulu FX Lawing, SE MSi; Kabid Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Timur Rachmad, ST MM; Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Datah Dawai Novrizal Mukhlis, SSiT M MTr; serta Kasi Lingkungan Perhubungan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur Anif Fakhrudin, ST.

Bupati Bonifasius dalam sambutannya menyampaikan,  peran bandara di suatu daerah sangat signifikan bagi perkembangan pembangunan sekitarnya.

"Kami sangat fokus terhadap pembangunan dan pengadaan bandara di Kabupaten Mahulu. Tentunya dalam pengadaan ini, dengan dipersyaratkan oleh aturan perundang- undangan. Banyak hal yang harus kita persiapkan termasuk pengadaan tanahnya dengan status hukum yang jelas," kata bupati.

Bupati menambahkan sejumlah langkah telah Pemkab Mahulu laksanakan,  dimulai dari Bandara Ujoh Bilang tahap I dan tahap II, hingga yang ketiga untuk Bandara Datah Dawai.

"Dalam transportasi kebandaraan, kita dituntut untuk mengikuti segala perkembangan zaman yang terkait dengan sarana prasarana sebuah bandara termasuk yang mendukung sektor keamanan serta kenyamanan kelancaran dan sebagainya. Berkenan dengan itu, apa yang kita lakukan hari ini adalah tujuannya ke sana," ujar Bupati. Bupati pun berharap setelah selesainya legalitas bandara, maka terbukalah peluang untuk melanjutkan pembangunan-pembangunan di bandara ini, optimalisasi pemanfaatannya dari sisi keamanan dan sebagainya.

"Saya mohon segera ditindaklanjuti karena bandara itu run away masih ada hambatan seperti itu dapat segera dikembangkan, kemudian terminal  sangat sederhana sekali mudah- mudahan ke depan bisa dibantu kita dikembangkan sehingga menjadi suatu bandara yang layak dari sisi keamanan, kenyaman dan kelancarannya," harap Bupati.

Untuk itu bupati juga mengharapkan agar para stakeholder yang terlibat dalam pembangunan bandara ini  segera menindaklanjuti pembangunan bandara ini baik yang di Datah Dawai atau di Ujoh Bilang agar cepat terealisasi untuk kepentingan bersama. 

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada ketua DPRD Mahulu, sekda Mahulu dan Dinas Perhubungan, Bagian Pemerintahan serta dari pihak provinsi maupun BPN Kubar yang telah membantu kami merealisasikan  pengadaan serfifikat bandara ini," ucap Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Mahulu Fransiskus Xaverius Lawing menerangkan maksud dan tujuan acara tersebut ada empat hal yakni dalam rangka memastikan hak kepemilikan lahan bagi rencana pengembangan Bandar Udara Datah Dawai Khususnya dalam hal pengembangan sisi darat maupun sisi udara.

Kemudian, untuk memastikan hak atas kepemilikan dengan sertifikat lahan yang telah menjadi aset pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Menjamin keamanan dan keabsahan atas lahan yang telah dibebaskan dari klaim pihak  yang tidak bertanggungjawab.

Terakhir sebagai bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu untuk mewujudkan pembangunan dan pengembangan bandar udara di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu sebagai alternatif moda transportasi yang efektif dan efesien dalam menyongsong rencana pemindahan Ibu Kota Negara.

Turut hadir  dalam acara itu, Kepala Bappelitbangda Mahulu Gerry Gregorius, SE MSi AK; Kepala BPKAD Mahulu Yohanes Andy Abeh, SSos MSi; Kabag Hukum Arsenius Luhan, MHum; Kepala Bagian Umum Setkab Mahulu Fahrial  Ansori, SE MAP; dan Kepala Bagian Prokopim Mahulu Christianus Arie Dedy Bang, SE MSi. (prokopim/tha/td/far)