UJOH BILANG – Upacara pengibaran bendera pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) oleh Pemkab Mahulu berjalan lancar. Wakil Bupati Yohanes Avun selaku inspektur upacara memimpin khidmatnya agenda yang dipusatkan di Lapangan Ujoh Bilang, Jumat (13/5).

Diikuti setidaknya ratusan peserta dari berbagai OPD. Sementara anak-anak SMP 1 Ujoh Bilang didapuk menyanyikan lagu nasional. 

Mengusung tajuk Pimpin Pemulihan Bergerak untuk Merdeka Belajar, Yohanes Avun mengatakan, dalam hal ini Pemkab Mahulu terus mengusahakan  merdeka belajar bagi anak-anak di kabupaten termuda itu. Sampai saat ini, fase pembelajaran hampir seluruhnya sudah melaksanakan tatap muka.

“Anak-anak kita sudah dua tahun belajar di rumah, baru mulai dengan kondisi sekarang, dan kita lihat Mahulu sudah hijau, meskipun Covid-19 belum dimasukkan dalam kategori endemi, tapi dengan keyakinan, kita terapkan tatap muka terutama di tahun ajaran yang baru,” ungkap Avun saat diwawancarai usai menutup upacara bendera.

Dirinya menerangkan, hal yang diperlukan dalam pembelajaran oleh anak didik di Mahulu dalam proses belajar mengajar adalah interaksi oleh tenaga pengajar dan anak didik sehingga, menghasilkan pendidikan yang organik. Selama ini, terang dia, dia banyak menerima masukan bahwa anak sekolah kurang maksimal selama belajar di rumah. “Karena ini beda dengan belajar di rumah, prosesnya ada tanya jawab antara guru dan murid membuat lebih interaktif dan hasilnya lebih baik,” tambah Avun.

Mantan sekda Mahulu itu juga berharap tidak muncul pandemi lain seperti hepatitis akut yang saat menyerang anak, dan ingin proses peningkatan pendidikan di Mahulu ini berjalan baik. Ia khawatir bila pembelajaran tatap muka dihentikan karena masih banyak kendala terutama jalur telekomunikasi yang belum menyeluruh.

“Bila dilakukan dengan online lagi, kita tahu bakal ada masalah, salah satunya jaringan kita ini,” imbuh Avun.

Sampai saat ini hampir semua sekolah telah melaksanakan pembelajaran tatap muka, hanya tersisa sedikit yang masih belajar jarak jauh. “Ada yang belum tatap muka, tapi tidak sampai 30 persen,” sambung Avun.

Politikus Golkar ini juga mengharapkan Dinas Pendidikan segera mengeluarkan surat edaran (SE) kepada sekolah yang belum membuka layanan pembelajaran tatap muka dengan syarat-syarat ketat, seperti memakai masker, mencuci tangan penjagaan jarak, serta yang sakit tidak boleh masuk sekolah.

“Kendala yang belum tatap muka ini karena belum ada edaran dari Dinas pendidikan,” tutur Avun. (*/sya/far/k16)