Meski Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) masuk objek vital nasional (obvitnas), ternyata, tidak menyurutkan petani kelapa sawit dari PPU dan Paser untuk melakukan aksi di tempat itu, Minggu (15/5). 

 

PENAJAM-Rencana aksi diputuskan setelah perwakilan petani kelapa sawit kedua daerah bertemu di Kantor Koperasi Unit Desa (KUD) Sawit Jaya di Long Ikis, Paser, Kamis (12/5).

Aksi di Titik Nol IKN Nusantara itu dipicu kebijakan larangan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan seluruh turunannya oleh pemerintah berdampak pada harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani turun drastis, dan menyebabkan petani kelapa sawit di daerah ini kelimpungan. Di samping itu, sejumlah pabrik pengolahan CPO tutup akibat tak bisa ekspor dan berpotensi tidak membeli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani. 

“Alhamdulillah, dalam pertemuan itu sudah disepakati hari Minggu, 15 Mei 2022 kami kunjungan ke Titik Nol IKN untuk berfoto-foto di sana sambil membuat video tuntutan pencabutan larangan ekspor CPO. Video dan fotonya akan disampaikan ke pemerintah pusat sebagai aspirasi petani di sekitar IKN. Tuntutan kami bukan ke pemerintah daerah, tapi pemerintah pusat. Karena kebijakan tersebut dibuat dan hanya bisa diubah oleh pusat,” kata Ketua DPC Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) PPU Ahmad Indradi, Jumat (13/5). 

Aksi di Titik Nol IKN, lanjut dia, bakal dihadiri ketua dari 18 koperasi sawit di Long Ikis, Paser, dan selebihnya dari pengurus Apkasindo dan petani kelapa sawit PPU. “Iya, bukan demo. Karena memang tak ada pihak yang didemo. Kan di Titik Nol belum ada kantor pemerintahan, belum ada pejabat. Jadi hanya berfoto, membuat video penyampaian aspirasi petani sawit dari beberapa wilayah sekitar IKN,” ujarnya.

 Ahmad Indradi mengatakan, DPW Apkasindo Kaltim telah mengirim surat pemberitahuan terkait ini ke Polres PPU tertanggal 12 Mei 2022. Surat ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW Apkasindo Kaltim Beiman Siahaan dan Sekretaris Muhammad Fitriansyah Mubarak itu memberitahukan, aksi direncanakan pukul 12.00 Wita, Minggu (15/5) dengan jumlah peserta 100 anggota Apkasindo se-Kaltim. Grand isu aksi berkaitan turunnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. 

Dalam surat tersebut diungkapkan pula bahwa larangan ekspor CPO dan turunannya oleh pemerintah pusat berlaku 28 April 2022 berdampak terhadap pabrik yang kemudian menurunkan harga pembelian TBS berkisar Rp 500–Rp 1.500 di bawah harga yang semestinya. “Akibatnya, hal ini menimbulkan keresahan meluas di tingkat petani kelapa sawit di Kaltim,” kata Ahmad Indradi. (far/k16)

 

ARI ARIEF

[email protected]