SAMARINDA - Lima bangunan berbahan material kayu dibongkar menggunakan alat berat ekskavator amfibi milik Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR dan Pera) Kaltim, Jumat (13/5). Tepatnya di Jalan Dokter Soetomo Gang 8 RT 36, Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu. Pada area ini akan menjadi direksi keet dan penempatan material untuk proyek penurapan.

Hadir dalam eksekusi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Hero Mardanus Satyawan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat bersama lintas sektoral dengan Pemprov Kaltim dengan Pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV di Balaikota, Kamis (12/5).

Bahwa pemkot telah menyelesaikan sebagian besar ganti rugi terhadap warga terdampak. Dilanjutkan pengerukan oleh tim Dinas PUPR dan Pera Kaltim serta kegiatan penurapan dilanjutkan kontraktor pelaksana dari BWS Kalimantan IV.

"Ini menjadi bukti komitmen kami mengawal program pengentasan banjir. Dengan terbuka alur sungai di segmen ini, diharapkan berdampak pada genangan banjir di simpang Mal Lembuswan. Apalagi tahun ini juga kami menyelesaikan pembangunan crossing drainase di Jalan S Parman, menghubungkan antar polder Voorvo dengan SKM," ujarnya, Jumat (13/5).

Dia menerangkan saat ini tersisa 35 bangunan yang masih proses penyelesaian administrasi ditarget selesai minggu ketiga Mei, mengingat pekerjaan pengerukan dan penurapan harus dimulai karena target proyek berakhir hingga akhir tahun.

Selain itu beberapa segmen lanjutnya juga tengah berproses seperti segmen Jembatan Gang Nibung-Jembatan Ruhui Rahayu kelurahan Temindung Permai, hingga Jembatan Perniagaan menuju Jembatan Agus Salim (Jembatan Baru/JB).

"Kami berharap bisa selesai hingga akhir tahun ini agar dampak banjir bisa terus berkurang," singkatnya. Terpisah Kepala SNVT PJSA Kaltim BWS Kalimantan IV Zulfi Fakhroni mengatakan, dalam satu-dua hari ke depan pihaknya akan mulai menyiapkan area untuk penempatan material untuk penurapan sungai. Termasuk rencana pembongkaran gapura di Gang 8 dari arah Jalan S Parman untuk memudahkan masuknya material dan alat berat.

"Kami bersyukur proyek ini bisa dimulai, meski sempat tidak berprogres hingga tiga bulan. Namun pemesanan material di Balikpapan sudah selesai," singkatnya, kemarin. (rdh)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46