PENAJAM - Proposal Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nipahnipah, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) untuk pembenahan objek wisata Pantai Sipakario sudah diterima pemerintah daerah, Maret 2021 lalu. Sebelum dikirim proposal tersebut diketahui oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pokdarwis.

“Kemungkinannya kalau mengajukan proposal tidak serta-merta disetujui, tetapi melalui proses. Saat ini kami belum mengetahui sampai di mana prosesnya. Apalagi PPU seperti diketahui bersama saat ini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja akibat anggaran yang defisit ratusan miliar,” kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU Ahmad Nor yang dihubungi Kaltim Post, kemarin.

Mengingat kondisi keuangan daerah yang cekak itu, kata dia, pemerintah daerah menerapkan kebijakan pembangunan yang selektif. “Bukan tak ada perhatian ke pariwisata, tetapi melihat skala prioritas. Dan biasanya sebelum proposal disetujui pokdarwis dipanggil, dan sekarang belum dipanggil,” katanya.

Dikatakannya pula, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU memetakan objek wisata. Yaitu, objek wisata bahari/pesisir/pantai mulai Pantai Sipakario Nipahnipah hingga Pantai Tanjung Jumlai di Kecamatan Penajam. Kemudian, objek wisata ekowisata seperti Wisata Sawah di Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, di Kecamatan Sepaku, dan Kecamatan Waru. Selanjutnya, ekowisata buatan.

“Objek-objek wisata tersebut yang jadi konsentrasi dinas. Namun, boleh jujur ya, jangankan untuk membiayai pengembangan objek wisata dimaksud, untuk insentif pegawai saja belum dibayar,” kata Ahmad Nor tanpa memerinci berapa bulan insentif aparatur sipil negara (ASN) yang belum cair itu.

Seperti diberitakan, kemarin, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) PPU 2018-2023 menyebutkan, Pantai Sipakario memiliki keunggulan. Lokasi strategis, mudah diakses dan memiliki pemandangan menawan serta didukung lebar areal atau bibir pantai memadai.

“Namun, sampai kini belum tampak upaya pemerintah secara bersungguh-sungguh menggarap potensi wisata Pantai Nipahnipah itu secara maksimal, untuk pendapatan asli daerah (PAD), dan ekonomi masyarakat. Bertahun-tahun terkesan objek wisata pantai dibiarkan berjalan apa adanya saja,” kata Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nipahnipah, Ahmad Sukriansyah, kemarin.

Pokdarwis Nipahnipah pun, kata dia, mengajukan proposal pembenahan objek wisata ke pemerintah, Maret 2021. Namun, hingga kini proposal tersebut belum mendapatkan tanggapan. “Akhirnya dengan dana swadaya, perlahan kami upaya membenahi, di antaranya, bangun portal di pintu masuk objek wisata,” katanya. (kri/k16)

ARI ARIEF

[email protected]