PUNCAK arus balik transportasi laut ke Kaltim via Pelabuhan Semayang, Balikpapan diperkirakan terjadi pada 8–9 Mei. Akan tetapi, jumlahnya diprediksi tidak akan seramai dengan puncak arus mudik pekan lalu. Lantaran periode arus balik masyarakat tidak mengejar momentum yang telah ditetapkan seperti Lebaran.

Inspektur Jenderal (Itjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Gede Pasek Suardika mengatakan, berdasarkan pantauan selama ini, selama periode arus balik relatif tidak ada masalah yang signifikan. Itu karena momentumnya berbeda. “Sementara arus balik, masyarakat bisa melakukan penyesuaian. Istilah kami just spreading (hanya menyebar)-nya. Dan itu berbeda dengan puncak arus mudik,” katanya. Pada puncak arus balik nanti, diperkirakan jumlah penumpang lebih landai.

Sebagai gambaran, pada puncak arus mudik di Pelabuhan Semayang, 29 April lalu, ada enam kapal yang berangkat ketiga kota utama destinasi pemudik. Yakni Surabaya, Parepare, dan Makassar. Dengan jumlah penumpang yang diberangkatkan sebanyak 6.390 orang. “Makanya kami perkirakan tidak akan sebanyak itu, yang akan kembali ke Balikpapan. Karena masyarakat bisa mengatur jadwal kepulangan mereka. Tidak harus tanggal yang ditetapkan. Bisa kapan-kapan saja. Sehingga historikal data arus balik tidak pernah bermasalah,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Arih Frananta Filipus Sembiring menambahkan, arus balik sudah terjadi sejak kemarin (5/5). Tetapi jumlahnya masih relatif belum banyak.

"Hal ini sejalan dengan imbauan bapak presiden yang menyampaikan imbauannya agar para pemudik bisa kembali lebih awal untuk menghindari penumpukan orang di tempat-tempat tertentu. Juga menghindari kemacetan yang pernah terjadi saat mudik kemarin," katanya. Arih melanjutkan, pihaknya melakukan persiapan-persiapan arus balik yang sifatnya membantu masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kemacetan di jalan, penumpukan orang di terminal, pelabuhan, juga bandara.

"Seluruh stakeholder transportasi sudah melakukan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi untuk melakukan langkah-langkah penting guna menjamin lancar, aman dan nyamannya saat balik nanti. Kami imbau agar seluruh masyarakat Kaltim yang akan balik untuk memerhatikan dan menaati aturan dan rambu yang sudah disampaikan. Tak lupa agar prokes tetap dipatuhi demi kesehatan dan keamanan kita bersama," jelasnya. (riz/k16)

 

Rikip Agustani

[email protected]

 

Noffiatul C

[email protected]