Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan akan terjadinya gelombang tinggi di beberapa perairan di Indonesia. Kondisi itu diprediksi akan terjadi mulai Kamis (5/5) pagi hingga Jumat (6/5) pagi.

Berdasarkan laman resmi BMKG seperti dilansir dari Antara, Kamis (5/5) dini hari memprediksi gelombang tinggi yang mulai terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Hal itu disebabkan pola angin dengan kecepatan cukup tinggi.

Di wilayah Indonesia bagian utara, pola angin dominan bergerak dari barat laut–timur laut dengan kecepatan angin berkisar 8–25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur–Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 4–20 knot. ”Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias,” tulis BMKG.

Kecepatan angin tersebut menyebabkan beberapa area perairan diprediksi mengalami gelombang sedang antara 1,25–2,50 meter. Yakni perairan Utara Sabang, perairan Bengkulu, perairan Selatan Flores, Laut Sawu, perairan Pulau Sawu–Rote, Laut Timor, Laut Natuna Utara, perairan Kepulauan Anambas–Natuna, perairan Utara Kepulauan Talaud, perairan Utara Halmahera, Laut Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua, perairan Selatan Leti–Sermata, perairan Selatan Kepulauan Tanimbar, perairan Selatan Kepulauan Kai-Aru, dan Laut Arafuru.

Untuk area perairan dengan gelombang tinggi yakni 2,50–4,00 meter, BMKG memprediksi akan terjadi di perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, perairan Enggano, perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Jawa hingga Sumba, Selat Sumba bagian barat, dan Samudra Hindia Selatan Jawa hingga Sumba. 

Adapun area perairan dengan gelombang sangat tinggi antara 4–6 meter, BMKG memprediksi akan terjadi di Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias.

BMKG menyarankan agar semua pihak memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yakni pada perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 m).

”Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” terang BMKG. Peringatan itu, akan bertahan selama 12 jam sejak diberlakukannya dan berlaku maksimal dua hari sejak dikeluarkan dan diperbaharui setiap ada perubahan dan sebelum masa berlaku habis. (jpc)