JAKARTA – Kepastian 1 Syawal menunggu hasil sidang isbat yang digelar petang ini (1/5). Merujuk perhitungan hisab, posisi hilal cukup tinggi sehingga memungkinkan untuk diamati atau dirukyat.

Dengan demikian, nanti malam umat Islam di tanah air bisa mengumandangkan takbir seiring berakhirnya Ramadan dan menyambut Idul Fitri. ”Mari merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga dan sanak saudara,” kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin (30/4).

Kemenag mengimbau masyarakat untuk sementara tidak menggelar takbir keliling. Kamaruddin mengingatkan, ekspresi kebahagiaan menyambut hari kemenangan harus tetap dilandasi kesadaran bahwa pandemi Covid-19 belum hilang. Semua pihak harus tetap hati-hati.

Karena itu, aktivitas yang berpotensi menyebarkan Covid-19 sebisa-bisanya dihindari. Dia mengajak umat Islam untuk menggemakan takbir dan tahmid di rumah ibadah dengan khusyuk. ”Takbir keliling sebaiknya tidak perlu dilakukan,” ujarnya.

Kamaruddin lantas mengatakan, tahun ini kembali digelar salat Idul Fitri kenegaraan di Masjid Istiqlal. Tahun ini tema yang diangkat adalah Semangat Kerukunan Berbangsa dan Bernegara. Tema tersebut diambil karena menjaga silaturahmi sangat fundamental dan sentral dalam ajaran Islam. ”Ia (menjaga silaturahmi) sangat penting untuk terus membina dan menjaga persatuan serta kesatuan bangsa,” jelasnya.

Kamaruddin menuturkan, Indonesia adalah bangsa yang sangat beragam dan plural. Karena itu, semuanya harus terus berupaya memperkuat persatuan dan kesatuan. Salah satunya dengan silaturahmi. (wan/c19/fal)