SAMARINDA-Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda terus menorehkan prestasi. Teranyar, dalam pemeringkatan yang dikeluarkan lembaga pemeringkatan web universitas di dunia, Webometrics, per April 2022,  Unmul berada di urutan 36 nasional. Ketiga terbaik di Indonesia Timur dan peringkat pertama di Pulau Kalimantan. 

Dikutip dari laman resminya, lembaga yang menganalisis kuantitatif internet dan konten web, khususnya yang terkait dengan proses generasi dan komunikasi serta pengetahuan ilmiah itu, mengumumkan universitas berakreditasi A tersebut berada di peringkat tertinggi perguruan tinggi di Pulau Kalimantan atau di atas beberapa perguruan tinggi lainnya di Pulau Jawa.

Sebelumnya, Unmul berada di peringkat 51 periode Januari 2021, dan peringkat 35 periode Juli 2021. 

Seperti diketahui Webometrics adalah lembaga pemeringkatan di Spanyol menilai tidak kurang dari 31.000 perguruan tinggi se-dunia yang dilakukan dua kali pertahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli.

Dalam beberapa kesempatan Rektor Unmul Prof Masjaya selalu menekankan, kampus yang dia pimpin akan terus berpacu meningkatkan kualitas di segala lini. 

Apalagi sejak jauh hari Unmul sudah bersiap menyambut kedatangan ibu kota negara (IKN) yang baru, Nusantara, di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar). 

Rektor Unmul menambahkan saat ini ada 5.000 mahasiswa Unmul yang siap diterjunkan untuk membantu masyarakat dan Pemda komitmen membangun IKN. Ini potensi Unmul yang sangat besar untuk persiapan SDM Kaltim dalam menyambut IKN.

"Melalui MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), mahasiswa bisa terjun satu sampai dua semester untuk berkiprah di luar kampus yang setara dengan 20 SKS," jelas Prof Dr H Masjaya. 

Pada usia 60 tahun, Unmul juga telah berhasil menyumbangkan 60 telaah pemikiran akademik dan menjadi rekomendasi kebijakan kepada pemerintah pusat pun Kaltim. 

Dengan reputasi ini diharapkan, pemerintah Kabupaten/Kota di Kaltim tak ragu dalam membangun kerjasama untuk IKN. Apalagi, Unmul juga sudah menjadi nomor satu di Indonesia untuk riset bidang energi. 

"Kalau Negara saja mengakui kontribusi Unmul, sebagai periset bidang energi no.1 di Indonesia maka itu harusnya mitra-mitra Kaltim dan Pemkab/kota melihat kontribusi riil Unmul," kata Masjaya. (**)