Guna mengantisipasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pemkot Samarinda mengeluarkan aturan khusus.

 

SAMARINDA–Pembeli solar subsidi dan produk pertalite di SPBU wilayah Samarinda kini diatur pemerintah. Hal itu ditegaskan dengan penerbitan surat edaran Nomor 630/0807/100.05 tentang Pengendalian Pendistribusian Jenis BBM tertentu (Minyak Solar) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (Pertalite) di Samarinda yang ditandatangani Wali Kota Samarinda Andi Harun, Selasa (26/4).

Soal detail pengaturan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu menerangkan alasan pengaturan tersebut didasari keterbatasan kuota BBM jenis tertentu, yakni solar di Samarinda. Sehingga, menyebabkan distribusi di SPBU diduga tidak merata. Diharapkan lewat pengaturan tersebut penyaluran tepat sasaran dengan pengurangan pembelian berulang, hingga berdampak mengurangi anteran di SPBU. “Selama ini antrean BBM yang mengular juga membuat keresahan di masyarakat,” ucapnya, Rabu (26/4).

Dia menjelaskan, pengaturan berlaku bagi kendaraan pribadi, kendaraan angkutan umum atau barang, serta ojek online (ojol), karena opersional kendarang berbeda-beda. Berlaku untuk pengguna produk solar dan pertalite, tentu tidak sama operasionalnya (lihat infografis). “Khusus solar kami sedang mengintegrasikan dengan sistem fuel card 2.0 yang baru diresmikan. Serta melakukan tahap verifikasi truk berdasarkan pertuntukan,” ujarnya.

Dengan aturan itu, diharapkan meminimalisasi produk yang diperjualbelikan di SPBU untuk dijual kembali oleh oknum pedagang eceran. Selanjutnya, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan beberapa OPD lain seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam rangka pengendalian dan penertiban pedagang yang menggunakan pertamini. “Sesuai arahan wali kota setelah lebaran rencana akan diseriusi,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam agenda peluncuran fuel card 2.0, wali kota Samarinda mewanti sistem sebaik apa pun tidak berjalan jika ada komponen yang tidak mengikuti prosedur. Senada, Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Susanto August Satria menegaskan, pihaknya tidak segan menindak operator atau pemilik SPBU yang tidak mengikuti standar operasional prosedur yang telah dinstruksikan. (dra)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46