Berbagai cara dilakukan dilakukan para pemain minyak. Dari memodifikasi tangki, sampai modus baru, menggunakan fuel card agar bisa mendapat solar bersubsidi untuk dijual kembali dengan harga industri. 

 

SATRESKRIM Polresta Balikpapan mengungkap penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Seorang pria berinisial WS (34) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti 1 unit truk dengan nomor polisi KT 8678 AS, 200 liter BBM solar bersubsidi, dua kartu fuel card pengisian BBM solar subsidi, dua handphone, dan satu tangki bahan bakar standar asli kendaraan roda enam.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso menjelaskan, pengungkapan kasus terjadi pada Selasa (19/4) sekira pukul 11.30 Wita. Saat itu, pelaku sedang mengantre dan mengisi BBM solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Km 9, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara.

“Pelaku ini mengisi BBM solar subsidi dengan tangki truk yang sudah dimodifikasi. Seharusnya, hanya bisa menampung 80 liter. Tapi, kenyataannya bisa sampai 200-400 liter,” jelasnya.

Tersangka membeli BBM solar subsidi di Km 9 dengan harga Rp 5.150 per liter. Solar tersebut akan dijual kembali dengan harga tinggi Rp 7.000 per liter.

Dalam melancarkan aksinya, WS menggunakan modus baru. Yakni dengan dua fuel card atau kartu kendali pembelian solar subsidi.

Fuel card sejatinya hadir untuk mengantisipasi penyalahgunaan solar subsidi. Karena itu pembeliannya terbatas, dan peruntukannya pun sangat jelas. “Kartu yang digunakan ini pakai identitas pihak lain. Ini masih kami dalami lebih lanjut, karena ada dua kartu yang dimiliki pelaku. Kami akan terus menggali apakah ada keterlibatan orang lain di sini,” imbuh Kapolres.

Ironisnya penyelewengan ini terjadi di tengah kabar sulitnya para sopir truk mendapatkan solar hingga antrean panjang truk terus terlihat di SPBU. (ms/k15)

 

IBRAHIM SAINUDDIN

[email protected]