Banjir yang terjadi di Kota Taman, sejak Senin (25/4/2022) malam merendam enam kelurahan di Bontang. Yakni Api-Api, Guntung, Gunung Elai, Kanaan, Gunung Telihan, dan Satimpo.

Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang Sekira 1.867 kepala keluarga dari 6.092 jiwa penduduk Bontang terdampak banjir.

Banjir tersebar di 56 RT di Bontang. Kelurahan Gunung Telihan meliputi RT 12, 17, 19, 20, 21, 25, 26, 29, dan 30 atau sekitar 966 jiwa. Kelurahan Kanaan yakni RT 1, 2, 3, 8, 9, dan 11. Warga yang terdampak mencapai 694 jiwa. Di wilayah Bontang Selatan yang ikut terdampak yakni Kelurahan Satimpo.

Ada 2 RT yang terendam banjir, RT 21 dan 25. Banjir turut merendam 7 RT di Guntung, terinci RT 4, 6, 11, 12, 13, 14, dan 15 atau 1.032 jiwa. Sementara di Kelurahan Gunung Elai mencakup RT 13, 14, 15, 18, 19, 20, 43, 44, dan RT 45. Di Gunung Elai terdapat 1.505 warga yang terdampak. Terparah, berada di Kelurahan Api-Api, dari 42 RT, sebanyak 23 RT atau 1.857 warga terkena banjir. Terinci di RT 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13,14, 16, 17, 21, 25, 29, 30, 32, 33, 34, 35, 37, 39, 40, 41, dan 42.

Adapun ketinggian air terparah dikatakan Kepala BPBD Bontang Zainuddin, berada di wilayah Bontang Permai, Bontang Utara. “Itu ketinggiannya sepaha orang dewasa, tapi sekarang perlahan mulai surut,” ujarnya. Zainuddin menambahkan, pihaknya juga melakukan evakuasi terhadap 23 orang di beberapa wilayah menggunakan perahu karet.

Selain merendam permukiman, banjir juga membuat sejumlah ruas jalan ditutup. Seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Pattimura. Satlantas Polres Bontang melakukan pengalihan arus lalu lintas, akibat jalan tak bisa dilalui. (*)