Senin (25/4) Putri Una Astari Thamrin alias DJ Una memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Dia menjadi salah seorang figur publik yang terseret dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) robot trading melalui aplikasi DNA Pro.

Didampingi tim kuasa hukumnya, DJ Una tiba sekitar pukul 13.15 WIB. DJ Una mengklaim bahwa dirinya siap memberikan keterangan yang benar sebagai seorang saksi. ’’Insya Allah, semua sudah dipersiapkan. Nanti ya,’’ ucapnya sembari bergegas masuk ke Gedung Awaloedin Djamin.

Pengacaranya, Yafet Rissy, memastikan bahwa DJ Una bersikap kooperatif. Nama DJ Una terseret lantaran diduga ikut mempromosikan aplikasi DNA Pro. Namun, beberapa waktu lalu, lewat kuasa hukumnya, DJ Una membantah tudingan tersebut. ’’Bukan sebagai brand ambassador (BA), melainkan sebagai seorang profesional. Seniman dan dibayar secara profesional,’’ ucap Yafet.

Bahkan, DJ Una mengklaim dirinya sebagai korban penipuan DNA Pro. Pasalnya, pemain film Air & Api itu mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Uang yang diinvestasikannya di perusahaan ilegal tersebut lenyap tak tersisa.

Akibatnya, DJ Una pun turut memolisikan DNA Pro dan para petingginya ke Bareskrim Polri. ’’Melaporkan PT DNA Pro dan saudara Hoki Irjana yang diduga melakukan tindakan perdagangan robot trading ilegal,’’ ujar Yafet.

Sementara itu, figur publik lain yang ikut terseret adalah penyanyi Rossa, Ivan Gunawan, Rizky Billar, Lesti Kejora, Yosi Project Pop, dan Nowela. Rossa mengembalikan honor bernyanyinya di acara DNA Pro sebesar Rp 172 juta, Igun sebesar Rp 912 juta, pasangan LesLar Rp 1 miliar, Yosi Project Pop Rp 115 juta, dan Nowela Rp 15 juta. Pekan ini setidaknya akan ada Virzha, Marcello Tahitoe alias Ello, dan Billy Syahputra yang akan dimintai keterangan di Bareskrim Polri terkait dengan kasus tersebut. (shf/c12/ayi)