Dunia fashion Bumi Etam diyakini akan semakin berkembang. Seiring sudah terbentuknya Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia (APPMI) Kaltim. Beranggotakan 36 desainer, sosok Ida Roy Nirwan dipercaya sebagai nakhoda.

ULIL MUAWANAH, Balikpapan

TERBENTUKNYA Badan Pengurus Daerah APPMI Kaltim diharapkan bisa menjadi wadah yang baik untuk pengembangan dunia fashion di Indonesia bagi perancang daerah, khususnya Kaltim. Di situ, mereka bahu-membahu untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam menciptakan karya-karya terbaru supaya dapat diterima oleh semua kalangan.

Duduk sebagai ketua yakni Ida Roy Nirwan, Tyas Dwi Hardani atau akrab disapa Dani sebagai sekretaris umum, dan Ivana Yuristira selaku bendahara umum untuk periode masa jabatan 2022-2027. Ida mengajak para desainer dan pemerhati bersama-sama memperkenalkan wastra/kain khas Kaltim kepada masyarakat luas.

Karena Kaltim merupakan provinsi yang memiliki potensi sumber daya alam, keanekaragaman suku dan wastra yang kuat akan ciri khas karakternya. Sekaligus memperkuat pengembangan UMKM lantaran saat ini baru ada 36 orang yang bergabung di APPMI Kaltim. Dia berharap semakin banyak perancang bisa bergabung. Sebab diperkirakan lebih dari 200 orang desainer tersebar di wilayah Kaltim.

Dikatakan Ida, tidak ada persyaratan khusus agar bisa menjadi anggota APPMI, tapi paling tidak anggota memiliki usaha yang bergerak di bidang fashion. “APPMI Kaltim baru kali ini dibentuk. Saya harap teman-teman bisa saling membantu dan mendukung tumbuhnya UMKM lokal, terutama yang bergerak di bidang industri kreatif agar terus berkembang,” ujarnya.

Bicara mengenai wastra Nusantara, dirinya berujar, masing-masing daerah memiliki ciri khas, local culture yang terdapat pada kain dan desain dari tiap-tiap daerah tentunya menjadi keistimewaan tersendiri bagi para desainer.

Dari itu, demi lebih mengenalkan dan mengangkat kain tradisional, APPMI Kaltim berencana mengadakan Nusantara Fashion Week. Sehingga Ida memohon dukungan dan doa restu dari berbagai pihak, termasuk Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim. “Nusantara Fashion Week diharapkan tahun ini bisa terwujud, paling tidak November 2022 atau di awal 2023 nanti,” sebutnya.

Dia yang telah acap tampil di berbagai kesempatan suka berbagi ilmu dan pengalaman. Ida mengaku bangga melihat bakat dan potensi anggotanya, sehingga ke depan, diharapkan lebih banyak kesempatan diberikan untuk mengajak tidak hanya anggota APPMI, tapi anak-anak mahasiswa maupun pelajar yang berbakat nantinya juga diberi pelatihan.

“APPMI nanti akan memfasilitasi desainer secara bergantian tampil di pameran atau show di luar daerah. Supaya mereka semakin percaya diri, mendapat pengalaman dan belajar ilmu baru. Dan semoga semua juga bisa tampil di tingkat internasional, jangan hanya di daerah melulu,” pesannya.

Selain itu, ia juga berharap agar kerja sama pemerintah dengan dunia usaha terjalin baik untuk mendorong perkembangan sektor fashion. Karena ini menjadi salah satu upaya pengembangan kualitas dan kuantitas sumber daya sektor kreatif di Kalimantan.

Dia juga menambahkan, pelaku industri kreatif, khususnya sektor fashion sangat mendorong lokomotif ekonomi kreatif Indonesia. Dan melalui show ataupun pameran yang rutin digelar akan menyatukan semua elemen penting. Dari mulai fashion designer, lembaga akademis, usaha kecil, perajin, bisnis, asosiasi, hingga pemerintah.

Sebelumnya, di perhelatan akbar Indonesia Fashion Week (IFW) 2022, Ida tampil dengan koleksi memukau. IFW 2022 tersebut berlangsung selama empat hari dari tanggal 13 hingga 17 April 2022, berjalan dengan sukses. Selain dia, karya anggota APPMI Kaltim turut ditampilkan. Bukan hanya motivasi, Ida memberikan bahan kepada anggota untuk dirancang sesuai kreativitas masing-masing.

“IFW 2022 bukan sekadar event biasa, namun juga merupakan movement fashion. Dan saya ingin menunjukkan keindahan wastra Bumi Etam, sekaligus mempersiapkan diri menyambut kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim,” jelasnya.

Menggebrak rangkaian gelaran acara IFW 2022 dengan tema global “Treasure of Magnificent Borneo”, diikuti dengan opening ceremony Indonesia Fashion Designer Parade oleh Primas G Prihanta, di hari kedua fashion show dengan tema “Langit Tak Bersuara” oleh Ida Roy Nirwan dan Zuebarqa dari Batik Tenun Vi yang turut dihadiri oleh Hetifah Sjaifudian selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Selain itu, di hari ketiga atau saat proses pengukuhan APPMI Kaltim, Ida memberikan kesempatan kepada sembilan desainer Kaltim memamerkan busana rancangannya di atas panggung IFW. Mereka adalah Imam Mardioto (Batik Melayu Kutai), Tyas Dwi Hardani (Javabor), Nadhila Shabrina (Rumah Ampiek), Heni Hardiningrum (HHarum), Marlita Silvianti (Lita.one), Susy Ernawaty (Zahra Fashion Gallery), Ivana Yuristira (Studio Jahit), Ellis Hakim (Wllis Gown), dan Primas G Prihanta (Primas G Prihanta).

Mengedepankan karakter dan budaya daerah. Bahan yang diangkat ialah tenun Ulap Badong Tencep, wastra dengan teknik tenun dari benang yang diproses mengambil serat tumbuhan di pedalaman hutan tropis Kalimantan dan ditenun oleh perempuan suku Dayak Benuaq, pedalaman Tanjung Isuy.

Dan juga Sarung Belang Hatta Samarinda, wastra dengan motif kotak yang ditenun langsung oleh pengrajin dari Samarinda Seberang. Perpaduan kombinasi warna helai benang yang beragam menampilkan bias warna dengan pattern eye-catching dan menarik hati bagi yang melihatnya.

“Sangat senang dan bangga karena tidak mudah masuk ke IFW. Apalagi banyak sekali desainer senior di seluruh Indonesia yang bagus. Tapi APPMI Kaltim bertekad dan semaksimal mungkin mengangkat wastra Kaltim, bahkan kelak internasional. Tante Ida juga memberikan jalan dan dukungan besar terhadap kami, sehingga gelaran show di IFW berlangsung lancar,” kata Dani, owner Javabor.

Pengukuhan APPMI Kaltim dilakukan di Jakarta, pada 15 April 2022 pukul 13.00 WIB, APPMI Kaltim resmi dilantik oleh Poppy Dharsono selaku presiden IFW dan APPMI pusat. Melalui spirit IFW 2022 diharapkan akan menjadi awal yang baik bagi pelaku fashion untuk bangkit kembali dari keterpurukan selama dua tahun akibat pandemi. Membawa perbaikan dalam pertumbuhan ekonomi nasional dalam fase normal baru. (ndu/k15)

Ulil Muawanah

[email protected]