TOKYO – Harapan untuk menemukan penumpang perahu Kazu I dalam kondisi hidup kian tipis. Medan yang sulit dan cuaca dingin menjadi penyebabnya. Di antara 26 penumpang dan kru di kapal tersebut, 10 orang berhasil ditemukan. Namun, kondisi mereka sudah tidak bernyawa.

’’Kami memastikan 10 orang yang berhasil dievakuasi itu telah meninggal. Yaitu, 7 pria dan 3 wanita,’’ ujar juru bicara penjaga pantai Jepang kemarin (24/4) sebagaimana yang dikutip Agence France-Presse.

Perahu nahas tersebut berangkat menuju Semenanjung Shiretoko pada Sabtu (23/4) pagi. Itu adalah wilayah terpencil di ujung timur laut Hokkaido. Semenanjung Shiretoko masuk dalam jajaran situs Warisan Dunia UNESCO karena lingkungan alamnya yang murni dan memiliki beragam satwa liar.

Tempat itu terkenal dengan satwa liarnya yang unik. Di antaranya, singa laut steller yang terancam punah, beruang cokelat, serta migrasi burung. Pengunjung juga berharap bisa melihat ikan paus, burung, dan satwa liar lainnya serta lembaran es yang hanyut pada musim dingin.

Saat kejadian, cuaca tidak mendukung. Angin kencang dan gelombang tinggi. Beberapa perahu nelayan lokal bahkan terpaksa kembali ke pantai guna menghindari kondisi yang memburuk. Entah dengan pertimbangan apa, kapten kapal Kazu I terus melanjutkan perjalanan. ’’Jelas bahwa kondisi di laut akan memburuk. Jadi, saya mengatakan kepada mereka untuk tidak pergi. Tapi, mereka tetap pergi,’’ kata salah seorang operator kapal wisata lokal kepada NHK.

Apa yang diprediksi benar terjadi. Pada pukul 13.15, Kazu I mengirimkan sinyal bahaya. Pencarian dan penyelamatan segera dilakukan. Beberapa jam setelah sinyal dikirim, helikopter dan kapal tim penyelamat tiba. Saat malam tiba, suhu turun hingga nol derajat Celsius. Namun, tidak ada tanda-tanda kapal maupun penumpang di atasnya. Pencarian dilakukan semalaman dengan sinar inframerah dan peralatan deteksi panas.

Polisi lokal setempat dan Pasukan Pertahanan Jepang ikut diterjunkan. Empat korban pertama ditemukan kemarin dini hari. Enam korban lainnya ditemukan beberapa jam setelahnya. Ini bukan kali pertama Kazu I bermasalah. Pada Juni tahun lalu, ia kandas di perairan dangkal dengan membawa 21 penumpang dan 2 awak. (sha/c14/bay)