Menjadi kota penyangga IKN, Balikpapan mendapat perhatian pusat, khususnya masalah ketersediaan air bersih. Terutama mengantisipasi ledakan pendatang.

 

MASALAH ketersediaan air baku di Kota Minyak menjadi atensi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Beberapa upaya tengah disiapkan pusat.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltim Dirjen Ciptakarya, Rojali Indra Saputra mengatakan, proyeksi lonjakan penduduk dan isu IKN ini jadi perhatian serius.

“Khususnya kebutuhan air baku, di Balikpapan ini saya terima informasinya masih kurang. Tentu harus ada upaya antisipasinya,” katanya, Selasa (12/4).

Ia menyampaikan, sebagai perpanjangan pemerintah pusat ke daerah, pihaknya siap melakukan kerja sama dengan baik. Pihaknya akan merumuskan kembali dengan dinas atau PDAM terkait kebutuhan air di Balikpapan.

“Insyaallah akan kami rumuskan untuk masalah instalasi air baku ini. Dari laporan ke kami Balikpapan ini masih keterbatasan air baku,” terangnya.

Menurutnya, potensi menarik air dari Sungai Mahakam memungkinkan saja. “Mahakam ini besar, kalau kita tarik bisa saja. Tetapi kita lihat celah kerja samanya bagaimana, formulanya bagaimana karena ini tidak lepas dari kebijakan dan komitmen daerah. Karena perawatan dan pemeliharaan nantinya membutuhkan dana tidak sedikit,” jelasnya.

Ia akui memang ada wacana untuk Mahakam ini, namun harus melewati studi dulu dan uji kelayakan pembangunan dulu. “Feasibility study juga kita lihat. Jangan sampai justru menjadi sia-sia,” bebernya.

Pembangunan IPAM saat ini ada Waduk Sepaku. Kapasitasnya 10 juta meter kubik. Meski berpotensi membantu Balikpapan, tidak serta-merta langsung menyedot semua ke Balikpapan.

“Perlu perhitungan. Jangan sampai ke depannya di IKN justru kesulitan air. Tentu prioritas ke IKN dulu,” tutupnya. (aji/ms/k16)