GUNUNG KELUA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, bersama KedaiReka menggelar Sosialisasi Program KedaiReka Matching Fund 2022. Kegiatan ini digelar secara hybrid (daring dan luring) melalui zoom meeting dan bertempat Ruang Rapat Lantai 3, Rektorat Unmul. 

Hadir beberapa perwakilan dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Juga perwakilan dari beberapa perguruan tinggi Kaltim. 

Didapuk sebagai narasumber beberapa perwakilan dari Project Manager Officer (PMO) dari KedaiReka. Di antaranya Kepala Sub Manajemen Hukum Internal Vannya Quinta dan Anggota Sub Program Kemitraan Pemerintah dan Kelembagaan Andi In’amul Hasan. 

Dalam sesi pertama sosialisasi tersebut yakni pemaparan program KedaiReka 2022 oleh Andi In’amul Hasan.

Diterangkan bahwa KedaiReka Matching Fund merupakan program pendanaan dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi kepada para insan Dikti dan industri untuk bersama-sama terlibat dalam membentuk ekosistem kampus merdeka, merdeka belajar. 

Insan Dikti berkesempatan mendapatkan matching fund setelah sukses bermitra dengan industri di KedaiReka.

Andi menjelaskan dalam pemaparannya bahwa untuk ruang lingkup kerja sama di antaranya adopsi atau difusi, hilirisasi, komersialisasi produk, purwarupa atau teknologi.

Kemudian, adopsi iptek dan kepakaran oleh perguruan tinggi untuk mitra, penerapan rencana bisnis dan business model canvas dan pengembangan Pusat Unggulan IPTEK (PUI)Centre of Excellence (CoE).

Sedangkan untuk sistem dan skema pendanaan program  di antaranya sistem pendanaan dengan kontrak tahun tunggal, kemudian ditetapkan berdasarkan evaluasi atas kelayakan program dan rasionalitas kebutuhan program. Selain itu kontribusi pendanaan mitra; CASH IN-KIND, serta besaran kontribusi in-cash mitra menjadi salah satu aspek penilaian.

Untuk skema pendanaan yakni 1:1 hingga 3:1 itu merupakan jumlah matching fund yang diberikan yangakan disesuaikan dengan manfaat dari kerja sama atau kolaborasi insan dikti dan industri.

Diterangkan Andi, bahwa pendanaan Matching fund 2022 tidak dapat digunakan untuk membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber pendanaan yang lain (double funding). “Silakan dikonsultasikan misalnya ada 1-10 kreasi reka, antara 1-5 bisa didanai KedaiReka dan sisanya oleh perguruan tinggi,” katanya. 

Dilanjutkan Andi, untuk skema bersama mitra, disarankan perusahaan yang sudah memiliki story sebelumnya. “Bisa mencari di dalam platform KedaiReka atau bisa menunggu. Untuk calon mitra yang masih kecil itu jadi dilema dalam KedaiReka, karena mitra harus ada kontribusi baik secara cash atau in kind,” terang Andi. 

Setelah istirahat sejenak, sosialisasi kembali dilanjutkan dengan membahas bimbingan teknis pendaftaran dan pengajuan Matching Fund KedaiReka 2022 oleh Vannya Quinta. (*)