SAMARINDA-Tindak lanjut sidak yang dilakukan Wali Kota Samarinda Andi Harun di Sungai Kemuning, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Jumat (1/4) Tim Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda melakukan pendataan awal.

Hasilnya 25 bangunan berdiri di badan sungai. Selain menyebabkan penyempitan dan sedimentasi, keberadaan menjadi biang kerok banjir yang menggenangi kawasan tersebut.

Pejabat Fungsional Penata Ruang Ahli Muda Dinas PUPR Samarinda Juliansyah Agus menerangkan, hasil pendataan sementara, 25 bangunan melanggar karena berdiri di atas sungai, yakni di RT 13, 14, 15, dan 19. Pendataan dimulai dari Pasar Kemuning menuju hilir dekat Sungai Mahakam.

"Targetnya sementara rumah tempat tinggal (RTT) yang berdiri di atas sungai. Bahwa mereka sudah tinggal puluhan tahun, bahkan ada yang sampai tiga generasi. Namun, tidak mengantongi surat kepemilikan," ucapnya, Senin (4/4). Saat pendataan, tim gabung dari bidang tata ruang dibantu pemerintah Kelurahan Loa Bakung beserta TNI-Polri, cukup kesulitan akibat area permukiman tergenang banjir pasang dari Sungai Mahakam. Jika merujuk Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Samarinda Nomor 2/2014, jarak 5 meter dari tepi sungai merupakan area hijau yang steril dari bangunan.

"Nah itu baru pendataan awal yang hasilnya kami laporkan ke kepala dinas untuk menanti arahan selanjutnya. Jika memang diminta mendata bangunan di sempadan sungai, maka potensi lebih dari 25 bangunan," singkatnya.

Sebelumnya, Andi Harun bersama sejumlah pimpinan OPD menyambangi Sungai Kemuning, Jumat (1/4). Hal itu berdasarkan laporan lurah dan camat setempat yang berharap ada solusi banjir yang kerap terjadi di kawasan itu, baik setelah hujan maupun luapan Sungai Mahakam. (dra/k16)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46