BALIKPAPAN- Demi meningkatkan retribusi pasar di Kota Minyak, pemerintah mulai menerapkan aplikasi Laris Pasar. Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Arzaedi Rachman mengatakan, aplikasi Laris Pasar yang dikembangkan ini mempermudah transaksi dan pelaporan retribusi pedagang pasar. Pertama, pihaknya akan menerapkan di Pasar Inpres, Kebun Sayur, Balikpapan barat.

“Jadi, bagi pedagang yang melakukan transaksi menggunakan aplikasi ini mereka tidak perlu melaporkan secara manual lagi. Jadi, sudah tersistem semua. Biasa mereka datang ke kantor melapor, sekarang cukup menggunakan aplikasi saja,” katanya Minggu (3/4).

Kemudian, bagi konsumen atau pembeli memudahkan mereka melakukan transaksi. Hanya menggunakan aplikasi ini, mereka sudah bisa membayar secara nontunai. Aplikasi ini terintegrasi dengan beberapa platform dompet digital.

Ia menambahkan, upaya ini merupakan kerja sama dengan Bankaltimtara yang merupakan bank daerah untuk semua pungutan pajak dan retribusi.

“Kami berharap, melalui kemudahan ini para pedagang bisa membayar retribusi petak kiosnya tidak lagi manual, tapi melalui sistem nontunai,” bebernya.

Arzaedi menyampaikan, program ini kemungkinan akan diterapkan ke pasar lainnya. “Kami lihat dulu. Penerapan aplikasi ini di Pasar Inpres bagaimana. Semuanya bertahap, tapi kami harap bisa berlaku di seluruh pasar di Balikpapan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Subari mengatakan, masyarakat juga harus mengikuti perkembangan zaman, termasuk transaksi dalam jual beli.

“Pemerintah kota harus hadir membantu masyarakat (pedagang). Karena kita tidak mungkin dimungkiri dengan perkembangan zaman alat transaksi itu berkembang,” katanya saat peluncuran aplikasi ini akhir pekan lalu.

Menurutnya, pedagang di 11 pasar tradisional harus diperkenalkan dengan aplikasi Laris Pasar. Karena tugas pemerintah untuk memberikan kemudian bagi pedagang pasar tradisional memanfaatkan teknologi. (ms/k15)

 

AJIE CHANDRA

[email protected]