SAMARINDA-Perekonomian Kaltim 2022 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Terutama didorong oleh semakin pulihnya aktivitas masyarakat di Benua Etam seiring berlanjutnya program vaksinasi. Untuk membantu percepatan vaksinasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim turut melaksanakan vaksinasi booster, Kamis (31/3).

Kepala KPw-BI Kaltim Ricky Perdana Gozali mengatakan, protokol kesehatan dan ekonomi itu merupakan pasangan sejoli yang harus disatukan untuk membantu pertumbuhan ekonomi. Kerja sama sinergi antara perbankan dan Badan Intelijen Negara (BIN), tentunya sangat positif untuk meningkatkan tingkat vaksinasi di provinsi ini.

“Kami dari BI mengimbau untuk semua insan perbankan untuk mendapatkan vaksinasi. Itu merupakan bentuk mendukung program vaksinasi pemerintah, dan memang sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini,” ujarnya di KPw-BI Kaltim, Samarinda, Kamis (31/3).

Lebih masifnya cakupan vaksinasi, terlebih dengan vaksin booster, juga akan mampu mendorong optimisme masyarakat, maupun dunia usaha di Kaltim. Sehingga aktivitas jual-beli tumbuh lebih tinggi.

Sebab penanganan Covid-19 sangat bergantung pada suksesnya vaksinasi. Sejak awal vaksinasi dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19 merupakan kondisi prasyarat bagi proses pemulihan ekonomi. Akselerasi vaksinasi merupakan kunci perbaikan ekonomi.

“Vaksin booster akan mendorong optimisme masyarakat. Sehingga, pertumbuhan ekonomi bergerak cepat terjadi setelah suksesnya pelaksanaan vaksinasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BIN Kaltim Brigjen Danni Koswara mengatakan, minimal per hari pihaknya harus menyalurkan 5.000 vaksin di Kaltim. Di provinsi ini dengan 10 kabupaten/kota, target per bulan harus 155 ribu vaksinasi yang tersalurkan. Sehingga, mesti berkolaborasi dengan banyak pihak. Mulai lembaga-lembaga hingga tempat hiburan malam juga harus dilakukan vaksin. “Tujuan kita semata-mata hanya untuk mempercepat terbentuknya herd immunity di Kaltim,” tuturnya.

Memasuki Ramadan, pihaknya akan melakukan vaksinasi di masjid-masjid saat waktu salat Tarawih. Itu diharapkan bisa membantu mempercepat penyebaran booster. Apalagi, untuk melakukan perjalanan saat ini booster menjadi prasyarat agar bisa melakukan perjalanan. Itu seharusnya bisa dijadikan momentum oleh masyarakat, untuk melaksanakan vaksinasi.

“Tentunya ini didukung oleh banyak pihak. Kami saat ini bekerja sama dengan BI, sebelumnya juga sudah pernah dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Ke depan, kolaborasi seperti ini harus terus dilakukan oleh semua pihak agar mempercepat terbentuknya herd immunity di Kaltim,” tambahnya. (rom/k15)

 

CATUR MAIYULINDA

@caturmaiyulinda