Proses hukum kasus penipuan investasi 212 Mart telah rampung di peradilan tingkat pertama. Tiga terdakwa dinyatakan bersalah.

 

ROBAYU, Samarinda

 

HAKIM Pengadilan Negeri (PN) Samarinda Nugrahini Meinastiti menilai yang didakwakan JPU Josephius Ary Sepdiandoko dalam tuntutan pada 22 Februari 2022 sudah sesuai dengan fakta persidangan.

Dengan begitu, Pasal 378 KUHP yang diajukan untuk menyeret Pono, Rudy Juwair, dan Herlambang Bagus Nugraha diyakini sudah terpenuhi.

“Dengan begitu, kami menilai para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan dalam perkara investasi 212 Mart,” ungkap mantan hakim PN Balikpapan itu, kemarin (11/3).

Ketiganya terbukti melakukan tindak pidana penipuan dengan dalih membangun usaha umat dan mengajak seluruh anggota komunitas sahabat muslim 212 Samarinda.

Dari fakta persidangan, memang terungkap jika Koperasi 212 Mart yang diusulkan ketiga terdakwa ini sempat beroperasi sekitar tiga tahun di tiga lokasi, yakni Jalan AW Sjahranie, Jalan Bengkuring, dan Jalan Gerilya.

“Usaha ritel berpusat di Jalan AW Sjahranie yang menggunakan badan usaha milik terdakwa Herlambang Bagus Nugraha, PT Kelontongku Mulia Bersama,” lanjutnya.

Masing-masing terdakwa memiliki peran berbeda. Dari Pono dan Rudy Juwair yang bertugas mencari masyarakat yang ingin berinvestasi dan nantinya dikelola oleh terdakwa Herlambang Bagus Nugraha.

Usaha di tiga lokasi itu hanya berjalan tak sampai satu tahun hingga akhirnya tutup. Namun, janji para terdakwa dengan jaminan usaha itu tumbuh dan dapat sharing profit dari kegiatan usaha justru berakhir dengan kerugian para korban yang diduga hingga Rp 600 miliar.

Kendati menyepakati isi tuntutan yang diajukan JPU, majelis hakim menilai harus juga mempertimbangkan hal-hal meringankan selain hal memberatkan yang sudah tertuang dalam tuntutan jaksa.

Karena itu, Hakim Nugrahini yang didampingi Lukman Ahmad dan Ibrahim memangkas pidana yang diberikan jadi tiga tahun pidana penjara. Semula JPU Ary menuntut ketiganya dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan.

“Dengan ini, kami memutus para terdakwa dijatuhi hukuman selama tiga tahun pidana penjara dikurangi masa tahanan. Selain itu, seluruh aset yang tersisa dari usaha tersebut dikembalikan ke para korban,” ucapnya menutup persidangan.

Mendengar hal itu, baik JPU dan kuasa hukum ketiga terdakwa, Sadam Kholik dan Robindana memilih pikir-pikir selama tujuh hari. (kri/k8)