LPPM Universitas Mulawarman pada Selasa (25/1) menggelar Sosialisasi Perbaikan Data SINTA dan Simlitabmas bagi para dosen yang mengikuti kompetisi hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta kinerja universitas. Sosialisasi tersebut digelar secara daring melalui zoom mulai pukul 08.00 Wita. Menjadi pembicara adalah perwakilan dari Tim Pendukung Perbaikan Data SINTA dan Simlitabmas Zainal Arifin SKom, MKom.

Sebelumnya Ketua LPPM Universitas Mulawarman Anton Rahmadi menyampaikan dalam pembukaan sosialisasi tersebut, bahwa segala track record peserta yang mengajukan biasanya ditentukan dari data yang ada di Science and Technology Index (SINTA). 

“Pada saat mengajukan proposal, semua curriculum vitae harus diinput secara manual atau ditarik dari Simlitabmas atau SINTA. Yang akan membantu yakni Pak Zaenal dan Pak Awang akan berkolaborasi memperbaiki data SINTA dan Simlitabmas,” terang Anton. 

Ditambahkan Anto, bahwa sosialisasi ini dilakukan seharian, karena harus melayani para peserta satu per satu hingga selesai. “Semoga ini menjadi kesuksesan dalam pengajuan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat,” ucapnya.

Sosialisasi dimulai Zaenal Arifin yang menerangkan tentang SINTA dan Google Scholar. Menurutnya ada beberapa hal penting sebagai syarat untuk update jurnal ke SINTA. “Pertama harus wajib memiliki akun atau id Google Scholar. Untuk memudahkan Google Scholar, ketika melakukan registrasi, pihak Google Scholar merekomendasikan menggunakan email institusi yang terafiliasi dengan gmail,” jelas Zaenal.

Fungsi dari Google Scholar, tambah Zaenal, selain akses, juga diketahui Google Scholar merupakan pengindeks terbesar, terkait publikasi atau artikel di dunia maya.

Kemudian, beralih ke SINTA, disarankan Zaenal ada kewajiban untuk selalu meng-up to date statistik, kemudian scopus. “Ketika sudah melakukan pembersihan di scopus, nanti tinggal menyampaikan ke kami, untuk sinkronisasi,” ucapnya.

Peserta juga diwajibkan untuk selalu mengupdate profil. Ada beberapa data yang tim verifikator bisa perbaiki, tapi ada juga yang bisa mandiri diisi oleh peserta, dan harus menyesuaikan dengan data peserta masing-masing. Selain itu Zaenal menyampaikan bahwa di aplikasi SINTA, sinkronisasi dengan PDDIKTI, sangatlah penting. 

Selanjutnya Zaenal menyampaikan materi sinkronisasi dan update data Simlitabmas. Yang harus dilakukan, pertama yakni meyakini sumber data apakah sudah sah atau belum. Hal itu dapat dicek di kemendikbud.go.id. “Atau bisa masuk ke sister.unmul.ac.id yang merupakan perpanjangan tangan dari PDDIKTI. Agar nanti bisa mengupdate data-data untuk diajukan kelembagaan karir, sehingga bisa diverifikasi dan diupdate ke PDDIKTI,” terang Zaenal. Tak hanya Google Scholar, SINTA dan Simlitabmas, Zaenal juga menerangkan tentang portal jurnal Garuda di garuda.kemendikbud.go.id.

Para peserta mengikuti sosialisasi tersebut dengan baik, dan ada beberapa pertanyaan mengenai portal jurnal tersebut. Seperti beberpa kendala teknis dari peserta Lilies Anggarwati Astuti, yang sudah bisa masuk ke Simlitabmas, namun tidak tersinkronisasi ke Google Scholar dan Scopus. Hal itu dijelaskan oleh Zaenal bahwa id atau akun SINTA haruslah terhubung ke Simlitabmas, sehingga bisa sinkron ke portal jurnal seperti Google Scholar dan lainnya. (*)