Lepas tengah malam. Sekitar pukul 00.45 Wita, warga digegerkan dengan kabar tak mengenakkan. Lewat handie-talkie, kabar musibah kebakaran mengudara. Di grup WhatsApp (WA) relawan, langsung berseliweran.

 

CROSSCHECK, ada 65 (sandi kebakaran),” tulis relawan mengabarkan. Seketika suasana beberapa markas petugas pemadam kebakaran dan relawan yang semula tenang, berubah menjadi kepanikan.

Truk tangki bermuatan air langsung mengarah ke permukiman warga di Jalan Sejati, Gang Kasah, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan. Sebelum petugas datang, warga sempat berusaha memadamkan dengan alat seadanya. Menggunakan ember kecil. Namun, si jago merah lebih cepat membesar. Pasalnya, lokasi yang terbakar adalah rumah tinggal, tempat usaha olahan kayu, dan satu pintu rumah bangsal. Ketenangan warga tengah malam itu berubah kepanikan. Cahaya kuning semakin besar, dan sulit ditaklukkan dengan air seadanya.

Sebagian warga berteriak mengabarkan musibah tersebut. Kondisi itu semakin tak terkendali lantaran angin tadi malam berembus cukup kencang. Takut api terus menjalar ke bangunan lain yang rata-rata berbahan material kayu. Titik air juga tak banyak di kawasan tersebut.

Hingga akhirnya, satu demi satu petugas dan relawan pemadam kebakaran tiba di lokasi. Menyambung slang satu per satu untuk bisa menjangkau titik api. “Akses menuju lokasi cukup sempit. Masalahnya juga titik air tidak terlalu banyak, jadi petugas yang berjibaku memadamkan api sempat kewalahan, tapi akhirnya berhasil dikuasai,” ungkap Humas Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda Herry Suhendra. Dari data yang dihimpun, ada dua kepala keluarga yang harus kehilangan tempat tinggal, dan mengungsi ke kediaman keluarga. “Sekitar delapan jiwa,” sambungnya.

Namun, Herry enggan berspekulasi terlalu jauh perihal penyebab kebakaran tersebut. “Kalau dugaan sementara sih karena korsleting, tapi itu ranahnya kepolisian. Rekan-rekan dari TNI-Polri juga masih mencari informasi yang valid,” ungkapnya.

Sementara itu, dari beberapa orang yang tinggal tak jauh dari lokasi tak mengetahui pasti kejadian tersebut. Namun, menurut penuturan Roni, musibah tersebut terjadi sangat cepat. “Datang api sudah besar, di bagian atas,” ungkapnya. Dia bersama warga sekitar berusaha memadamkan, namun tidak bisa terlalu banyak yang dilakukan, mengingat api dengan cepat membesar. Belum diketahui pasti kerugian yang diderita, polisi juga masih mengumpulkan bukti-bukti terkait kejadian tersebut. (dra/k8)