GERBONGmutasi di lingkungan Pemkot Samarinda bergulir. Ada 215 aparatur sipil negara (ASN) mendapat jabatan baru. Mulai, jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, hingga pengawas. Pelantikan dan pengambilan sumpah digelar kemarin di Balai Kota.

Mutasi tersebut sekaligus menginstruksikan perampingan organisasi perangkat daerah telah berjalan. Ya, dari 37 OPD sebelumnya, kini telah dilebur menjadi 30 OPD. Diyakini langkah melakukan efisiensi dan efektivitas bakal berjalan optimal.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan, dikukuhkannya para ASN (14/2) dapat menjadi motivasi tersendiri, sehingga lebih berkontribusi dalam roda pembangunan Kota Tepian. "Terus berinovasi, sehingga program pemerintah dirasakan masyarakat. Berdampak dan bermanfaat," tegasnya. Pria yang akrab disapa AH itu memastikan evaluasi kinerja bakal dilakukan. Paling lama empat bulan ke depan untuk menyusun komposisi ideal. "Itu baru sebatas mengikuti ketentuan perampingan OPD. Karena tidak boleh terjadi pengosongan pada jabatan yang lowong," tegasnya.

Sementara itu, Asisten III Ali Fitri menjelaskan, pelantikan dan perampingan OPD telah melalui mekanisme peraturan dan akademis. Sebelum pelantikan, sesuai perintah wali kota dalam melaksanakan reformasi birokrasi. "Bagaimana menyederhanakan organisasi, kami mulai dengan penyetaraan, dari pejabat struktural ke fungsional dalam rangka efisiensi dan percepatan sesuai arahan presiden," bebernya.

Ditegaskan Ali pula, sesuai kajian yang dilakukan, posisi 37 organisasi perangkat daerah dari segi efisiensi dan efektivitas memang dianggap terlalu gemuk. Lewat visi dan misi Samarinda sebagai pusat peradaban, diperlukan organisasi yang solid, kecil tapi praktis, dan dilakukan kajian akademis. "Akhirnya dilakukan perampingan menjadi 30 OPD, ditambah 10 kecamatan, dan 59 kelurahan," tutupnya. (dra/k8)

 

ASEP SAIFI ARIFIAN

@asepsaifi