BALIKPAPAN-Pencurian batu bara di daerah Muara Kembang, Samarinda berhasil digagalkan patroli Pangkalan TNI AL Balikpapan, Senin (17/1) malam. Sebanyak 47 anak buah kapal (ABK) dan delapan kapal motor (kelotok) serta 31 ton batu bara curian turut diamankan dalam patroli Lanal Balikpapan ini.

Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (p) Siswo Widodo memimpin langsung operasi penyergapan tersebut. Ada tiga speed dari Posal Anggana dan Posmat Muara Pegah dikerahkan menyergap pelaku pencurian yang beraksi memindahkan batu bara dari tongkang ke kapal motor.

Siswo Widodo dalam keterangan tertulisnya mengatakan, operasi penyergapan ini merupakan tindak lanjut dari video viral mengenai pencurian batu bara di wilayah perairan Kaltim.

Menyikapi hal itu serta mendukung kebijakan pemerintah yaitu 25 persen batu bara untuk lokal, maka Lanal Balikpapan sesuai dengan perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut lebih intensif melaksanakan patroli dan menegakkan hukum serta aturan sesuai dengan UU No 34 Tentang TNI.

"Kegiatan penangkapan ini didahului kegiatan patroli intensif secara terus menerus," kata Danlanal. Adapun pelaku pencurian merupakan masyarakat lokal dan sebagian pendatang yang bekerja sebagai cleaning tongkang batu bara yang selesai muat dari vessel.

Kegiatan cleaning ini, lanjut Danlanal merupakan kearifan lokal yang sudah sejak lama diwariskan dan menjadi mata pencaharian. Hasil cleaning mereka tumpuk dan mereka jual kembali ke perusahaan batu bara.

"Tapi karena karena sudah dua minggu tidak ada muatan mereka nekat melakukan pencurian," ungkap Danlanal.

Saat ini seluruh kapal motor dan kru diamankan di Posal Anggana, tak jauh dari lokasi kejadian.
"Kami akam berkordinasi dengan Dinas Hukum TNI AL untuk penyidikan. Sebab ukuran delapan kapal yang beragam mulai dari 4 GT sampai paling besar 28 GT, sehingga perlu pendalaman," tuntasnya. (hul)