JIKA Anthony Martial menolak bergabung dengan skuad karena frustrasi dengan Manchester United, Paulo Dybala punya cara tersendiri menyampaikan kekecewaan terhadap masa depannya di Juventus. Striker sekaligus kapten Juve itu mengekspresikannya dalam selebrasi usai membobol gawang Udinese pada giornata ke-22 Serie A (16/1).

Dengan wajah setengah melotot, Dybala mengarahkan pandangan ke salah satu sudut tribun Allianz Stadium. Gestur striker Argentina itu seperti gemas bercampur kesal. Dybala beralasan dia mempersembahkan gol untuk temannya yang diundang ke stadion. Tapi, temannya tidak datang.

”Tidak ada siapa pun di tribun. Memang siapa yang dilihatnya? Itu hanya ekspresi Paulo (Dybala, Red) tentang kerinduan terhadap penonton,” tutur allenatore Juve Massimiliano Allegri seperti dilansir Tuttosport.

Jawaban Allegri tentu sekadar upaya menutupi situasi terkait perkembangan negosiasi kontrak Dybala. Untuk pemain penting seperti Dybala yang kontraknya habis akhir musim ini, Juve tak kunjung menuntaskannya sampai akhir tahun lalu. Artinya, La Joya –julukan Dybala—sebenarnya bisa menyepakati prakontrak dengan klub lain untuk hengkang secara gratis di akhir musim ini.

Kamera ESPN yang menyorot selebrasi Dybala juga menangkap momen reaksi dari Pavel Nedved. Wajah wakil presiden Juve itu seperti marah. Perlu diketahui, selebrasi tersebut mengarah ke tribun yang biasa ditempati para petinggi La Vecchia Signora ketika menonton laga di Allianz Stadium.

Dybala telah membela Juve sejak musim 2015—2016. Di awal menjadi pemain La Vecchia Signora, striker berusia 28 tahun tersebut meneken kontrak berdurasi empat tahun. Kontrak itu kemudian diperpanjang pada 2017 dengan durasi hingga 2022.

”Aku tidak perlu membuktikan apa pun dan kepada siapa pun (untuk mendapatkan kontrak baru di Juve, Red). Mereka (Juve, Red) tahu komitmenku,” tutur Dybala awal musim ini di kanal televisi klub. (io/dns)