OPERASI tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) di sebuah mal di Jakarta Selatan, Rabu (12/1), mengejutkan banyak pihak. Bupati termuda se-Indonesia itu lahir di Kampung Baru, Balikpapan Barat, 7 Desember 1987 atau tepat berusia 35 tahun pada akhir 2021 lalu. Banyak pihak memprediksi karier politiknya bakal cemerlang dan perjalanan yang masih panjang mengingat usianya yang tergolong belia.

AGM mengawali kariernya sebagai pengusaha di kota tempat kelahirannya. Menyandang gelar sarjana ekonomi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) APRIN Palembang. Anak bungsu dari delapan bersaudara itu menikahi Risna, warga Jenebora, Kecamatan Penajam, PPU. Mereka dikaruniai lima anak laki-laki.

AGM mengenal politik berawal dari organisasi pengusaha yaitu Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Balikpapan. Di mana dia sempat menjadi ketua untuk periode 2015-2018. Karier politiknya pun melaju pesat. Pada 2016, dia menjadi ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan. AGM mengikuti sang kakak Rahmad Mas’ud yang lebih dulu berkecimpung di dunia politik. Rahmad kini menjadi wali kota Balikpapan.

Ketua Demokrat Balikpapan menjadikannya modal maju sebagai calon bupati PPU periode 2018-2023. Terlebih sang istri yang asli PPU itu menjadi pintu masuk bagi AGM menjajal dunia politik di daerah tetangga Balikpapan tersebut.

Bersama Hamdam pasangannya sebagai wakil bupati, AGM mengalahkan rivalnya dalam kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) PPU yang diikuti dua pasangan calon (paslon) lain, yaitu Andi Harahap dan Fadly Imawan, dan Mustaqim MZ berpasangan dengan Sofian Nur.

Berdasarkan data yang dihimpun Kaltim Post dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU, AGM-Hamdam diusung tujuh partai politik yang memiliki kursi di DPRD PPU. Yakni, Partai Demokrat (3 kursi), Partai Keadilan Sejahtera (3 kursi), dan Partai NasDem (1 kursi). Total tujuh kursi. 

Pasangan calon (paslon) itu juga menerima tiga kursi partai pendukung, yakni PAN (2 kursi) dan Partai Hanura (1 kursi). Akumulasi kekuatannya di parlemen menjadi 10 kursi.

Paslon Andi Harahap dan Fadly Imawan (Ahli) diusung sembilan kursi, yakni Partai Golkar (5 kursi) dan PDI Perjuangan (4 kursi) dengan partai pendukung yang tidak memiliki kursi di DPRD PPU yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Garuda.

Sementara itu, paslon Mustaqim MZ dan Sofian Nur diusung enam kursi, dengan komposisi Partai Gerindra (3 kursi), Partai Bulan Bintang (2 kursi), dan Partai Kebangkitan Bangsa (1 kursi).

Berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil pemungutan suara yang dilaksanakan KPU PPU, pada 4 Juli 2018, AGM-Hamdam ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak di Pilbup PPU 2018. Keduanya meraup 37.445 pemilih atau 45,38 persen suara, dari  82.507 pemilih yang mencoblos pada 27 Juni 2018.

Di posisi kedua ditempati Andi Harahap-Fadly Imawan (Ahli) yang memperoleh 31.860 suara atau 38,61 persen. Sementara di posisi terakhir adalah petahana, yakni Mustaqim MZ yang sebelumnya wakil bupati PPU periode 2013–2018 berpasangan dengan Sofian Nur meraih 13.202 suara atau 16 persen.

Berdasarkan peta basis massa pemilih paslon AGM-Hamdam itu mayoritas suara didapatkan di Kecamatan Penajam dengan perolehan suara 19.315, dan disusul Kecamatan Babulu 7.540 suara, Kecamatan Sepaku 5.866 suara, dan Kecamatan Waru 4.724 suara.

AGM-Hamdam mengusung program yang disebutnya sebagai tiga pilar utama. Pertama, pilar infrastruktur, yang fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, mulai jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga jalan pertanian atau perkebunan.

Pilar kedua adalah kesehatan, dengan membangun fasilitas kesehatan bertaraf standar internasional, lalu meningkatkan sumber daya manusia yang kompeten, pengadaan rumah sakit berjalan menggunakan mobil yang dilengkapi fasilitas tenaga medis yang siap 24 jam melayani warga di setiap kecamatan. Kemudian, program BPJS Plus.

Pilar ketiga adalah pendidikan, melalui program perbaikan dan pembangunan sarana pendidikan yang layak dan program peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten. Termasuk beasiswa bagi siswa kurang mampu yang berprestasi, serta program untuk mencetak 27 ribu sarjana muda di PPU dalam satu periode kepemimpinan.

Juga, ada program percepatan dan pemerataan pembangunan desa/kelurahan sebesar Rp 300 miliar. Dengan demikian, pemerataan pembangunan diharapkan bisa merata di 54 desa/kelurahan di kabupaten yang berseberangan geografis dengan Balikpapan itu.

Berdasarkan catatan media ini, AGM pernah menjadi wakil ketua umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi. AGM juga sempat menjadi wakil koordinator tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Timur dan wakil ketua Sumber Daya Alam dan Mineral BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

AGM disebut menjalani masa kecilnya yang keras di daerah pesisir Kampung Baru Balikpapan Barat, bersekolah dasar di SD 09 Margasari, Balikpapan Barat, lalu melanjutkan ke MTs Negeri 1 Balikpapan, dan menempa ilmu agamanya di Darunnajah Islamic Boarding School, Ulujami, Jakarta.

Kedua orangtuanya meninggal dunia saat usianya sangat muda yaitu saat bersekolah di SD dan MTs. Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Muhammadiyah 1 Samarinda dan melanjutkan ke STIE APRIN Palembang mengambil jurusan S-1 Ekonomi. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya dengan menempuh jenjang S-2 Magister Ekonomi di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. (ari/rom/k16)