SAMARINDA - Persentase penduduk miskin di Kalimantan Timur pada September 2021 menurun menjadi 6,27% dibanding Maret 2021 sebesar 6,54%.

Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Kaltim,  Edy Waryono menjelaskan persentase penduduk miskin di Kaltim selama periode September 2015 hingga 2021 mengalami puncaknya pada September 2020 lalu. 

"Persentase penduduk miskin di Kaltim paling tinggi pada September 2020 saat pandemi Covid-19 yaitu sebesar 6,64%. Namun, kita melihat kecenderungan kemiskinan di Kaltim dari sejak itu menurun," katanya dalam siaran pers akun YouTube BPS Kaltim, Senin (17/1/2021). 

Edy menjelaskan jumlah penduduk miskin di kaltim pada September 2021 sebanyak 233.13 orang atau berkurang 8,64 ribu orang dibanding Maret 2021.

Sementara itu, angka kemiskinan nasional saat ini 9,72%. Angka kemiskinan terendah di Indonesia yaitu Kalsel 4,56%. Sedangkan, angka tertinggi kemiskinan terjadi di Papua sebesar 27,38%.

"Adapun persentase penduduk miskin di Kaltim 6,27% posisinya di nomor 8 terendah diantara 34 provinsi di Indonesia," jelasnya. 

Adapun, lima komoditas makanan yang memberi pengaruh besar terhadap garis kemiskinan yang sama di perkotaan dan pedesaan di Kaltim yaitu beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras dan mie instan. 

Sedangkan, tiga komoditas non makanan yang berpengaruh besar terhadap garis kemiskinan yang sama di perkotaan dan pedesaan yaitu perumahan, listrik dan bensin. (myn)