MELBOURNE – Pemerintah federal Australia akhirnya membatalkan visa petenis ranking pertama dunia Novak Djokovic untuk kali kedua. Keputusan tersebut diumumkan kemarin melalui rilis resmi Menteri Imigrasi Australia Alex Hawke.

Hawke menyebutkan bahwa keputusan itu diambil setelah mendengar masukan dari Departemen Dalam Negeri, Pasukan Perbatasan Australia, maupun Djokovic sendiri. ’’Hari ini (kemarin, Red) saya menggunakan hak jabatan saya sesuai pasal 133C (3) Undang-Undang Migrasi untuk membatalkan visa yang dipegang Tuan Novak Djokovic,’’ tulis Hawke dalam keterangan resmi dilansir Eurosport. ’’Keputusan ini diambil atas dasar kepentingan umum, kesehatan, dan ketertiban,’’ tambah menteri 44 tahun itu dalam keterangannya.

Langkah tersebut adalah tindak lanjut dari keputusan pengadilan federal Australia yang Senin (10/1) lalu memulihkan visa Nole –sapaan Djokovic. Sebelumnya, visa petenis Serbia tersebut sempat dicabut saat baru mendarat di Australia (6/1). ’’Pemerintahan (Scott) Morrison (perdana menteri Australia) masih berkomitmen kuat untuk menjaga ketat perbatasan Australia. Khususnya terkait dengan pandemi Covid-19,’’ ucap Hawke.

Sesuai dengan undang-undang yang disebutkan Hawke, Djokovic kini juga berpotensi tidak bisa mendapatkan visa Australia dalam tiga tahun ke depan. Artinya, dia terancam harus melewatkan grand slam pembuka musim Australia Terbuka dalam tiga edisi mendatang. Meskipun, hukuman tersebut bisa diperingan dengan pengampunan dari pemerintah Australia.

Pihak Djokovic langsung kembali mengajukan banding terkait dengan keputusan tersebut. Jika menang lagi dalam sidang banding itu, Djokovic berpeluang masih bisa tampil di Australia Terbuka yang dimulai Senin (17/1). Namun, harapan itu kali ini lebih tipis. Pasalnya, kickoff Australia Terbuka sudah tinggal dua hari. Selain itu, Djokovic pada Rabu (12/1) baru saja memberikan pengakuan bahwa pihaknya salah dalam mengisi formulir riwayat perjalanan luar negeri mendarat di Bandara Melbourne.

Saat itu agen Djokovic mencentang kolom ’’tidak’’ pada pertanyaan apakah Djokovic pernah bepergian ke luar negeri dalam 14 hari terakhir. Padahal, dalam periode itu, juara grand slam 20 kali tersebut sempat bepergian ke Spanyol dan Serbia. Meski berkewarganegaraan Serbia, Djokovic memang lebih memilih tinggal di Monako.

Dalam keterangan terpisah, Morrison menyebut langkah yang diambil Hawke sudah sangat tepat. Hal itu sekaligus menjadi bentuk rasa hormat pemerintah Australia kepada masyarakat Australia yang selama ini sudah melakukan banyak pengorbanan untuk melawan Covid-19. ’’Mereka mengharapkan hasil dari pengorbanan itu dilindungi,’’ tulis Morrison dalam statement resmi yang dilansir Fox Sports. (irr/c12/cak)