SETELAH tertunda selama satu tahun akibat pandemi covid-19, kompetisi Liga 1 Askab PSSI Kukar akhirnya bergulir. Acara pembukaan dilaksanakan di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Sabtu (15/1) kemarin. Sayang, kompetisi yang seharusnya bisa dinikmati masyarakat itu justru digelar tanpa penonton.

Hal itu lantas membuat Ketua Askab PSSI Kukar Ardinansyah kecewa berat. Dia menyebut pemangku kebijakan seperti tebang pilih dalam menerapkan aturan. Bahkan terkesan menganaktirikan Askab PSSI Kukar yang jelas-jelas memiliki misi pembinaan putra daerah.

“Kenapa cuma sepak bola yang diberikan aturan tanpa penonton. Expo di Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang kok tidak, ada ribuan orang yang hadir di acara tersebut. Kenapa hanya kami yang tidak boleh mendatangkan penonton?,” ujar pria yang akrab disapa Haji Nan tersebut.

Selain acara Expo di PKM, Haji Nan juga mengambil contoh lain seperti yang berlangsung baru-baru ini di Tanjung Sarai, Kedang Murung, Kota Bangun. Acara tradisional balap ketinting yang dihadiri Bupati Kukar Edi Damansah juga dipenuhi ribuan pengunjung. 

“Tolonglah jangan tebang pilih dalam penerapan aturan. Kalau kami tidak boleh, kegiatan lain juga harus sama-sama tanpa penonton atau pengunjung. Ini kenyataan di lapangan hanya kami yang diperlakukan seperti ini (tanpa penonton) kegiatan lainnya tidak diperlakukan sama,” imbuh Haji Nan.

Haji Nan menambahkan, dirinya bukan ingin menentang aturan yang berlaku. Termasuk melanggar protokol kesehatan terkait penyebaran covid-19. Namun jika harus membandingkan, dia mengatakan potensi penyebaran covid-19 menonton sepak bola lebih kecil dari kegiatan seperti Expo di PKM. 

“Pada intinya kami juga tidak meminta diberikan akses 100 persen penonton. Minimal diberi kelonggaran boleh ditonton berapa persen dari kapasitas Rondong Demang. Toh di sini ada bangkunya, pasti tidak berjubel seperti Expo dan acara di Tanjung Sarai pekan lalu,” beber dia.

Lebih lanjut, Haji Nan menyebut bahwa lewat Liga 1 Askab ini, PSSI Kukar sedang melakukan penjaringan atlet yang akan dibawa ke Porprov Berau tahun ini. Selain itu, dia menginginkan lewat kompetisi resmi ini, anak usia dini di Kukar bisa termotivasi untuk berlatih lebih giat.

“Kompetisi ini tujuannya jelas, harapannya  nanti ada kelonggaran. Karena terus terang, sepak bola tanpa penonton itu seperti sayur tanpa garam,” tutup Haji Nan. (don)