MELBORUNE–Pemerintah Australia membatalkan visa Novak Djokovic untuk kedua kalinya. Keputusan yang diambil pada Jumat (14/1) itu beralasan bintang tenis asal Serbia tersebut dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat karena ia tidak divaksinasi Covid-19.

Menteri Imigrasi Alex Hawke menggunakan wewenangnya untuk mencabut visa Djokovic beberapa hari setelah pengadilan menggugurkan pembatalan visa sebelumnya dan memerintahkan pembebasannya dari penahanan imigrasi di Melbourne.

"Hari ini (kemarin, Red) saya menggunakan kekuasaan saya berdasarkan Pasal 133C (3) Undang-Undang Migrasi untuk membatalkan visa yang dipegang oleh Tuan Novak Djokovic dengan alasan kesehatan dan ketertiban. Atas dasar itu juga kami melakukannya untuk kepentingan umum," kata Alex Hawke dalam sebuah pernyataan.

Djokovic yang merupakan petenis nomor satu dunia pertama kali ditolak masuk ke Australia pekan lalu. Dia mengklaim telah dites positif Covid-19 pada 16 Desember dan karenanya tidak memerlukan vaksin coronavirus untuk masuk ke negara itu.

Keputusan menteri itu datang sehari setelah dia dikonfirmasi dalam undian resmi untuk turnamen putra Australia Terbuka. Turnamen ini akan dimulai pada Senin (17/1) di mana ia akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Miomir Kecmanovic.

Pemenang grand slam Australia Terbuka sebanyak sembilan kali itu kini bisa dideportasi dari Australia. Jika itu terjadi, Djokovic selanjutnya akan dilarang datang ke Australia selama tiga tahun, kecuali dalam keadaan memaksa yang memengaruhi kepentingan Australia.

Namun, Djokovic dapat kembali mengajukan banding atas pembatalan visa di pengadilan sekali lagi, seperti yang berhasil ia lakukan setelah pembatalan pertama. Namun yang jelas, apakah hal tersebut mungkin mengingat penyelenggaraan Australia Terbuka sudah di depan mata? (tom2/k8)