BALIKPAPAN—Ibadah umrah dari Kaltim akhirnya bisa kembali dilakukan. Kemarin (12/1), 290 jamaah berangkat dari Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan. Sebelum ke Arab Saudi, mereka lebih dulu berkumpul di Jakarta. Hari ini (13/1) baru ke Tanah Suci.

Pemberangkatan umrah itu dilakukan oleh Travel Samira Ali Wisata. Dari 290 jamaah itu, terdiri dari 288 orang dewasa dan dua anak di bawah 15 tahun. Jamaah tersebut berangkat dari Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan menuju Jakarta kemarin pukul 13.30 Wita. Selanjutnya calon jamaah umrah menjalani pemeriksaan kesehatan di Pondok Gede, Jakarta.

Samira Ali Wisata memiliki perwakilan di tiap daerah di Indonesia. Bahkan kali pertama perjalanan ibadah umrah diperkenankan kembali pada 2022, pada 7 Januari lalu, perwakilan travel Samira Ali Wisata di Kaltim telah memberangkatkan 22 jamaah asal Balikpapan, 27 jamaah Samarinda, dan satu orang dari Berau.

Selain itu, pemberangkatan asal Kaltim kembali dilakukan pada 13 Januari dan 9 Februari mendatang. Beberapa daerah seperti Surabaya juga akan berangkat pada 16 Januari, Pekanbaru pada 21 Januari, Jakarta pada 24 Januari, Solo-Semarang-Cirebon pada 29 Januari, Solo pada 1 Februari, Kalsel pada 5 Februari, dan 9 Februari untuk Kaltim-Kalbar-Depok.

“Semua jamaah yang berangkat ini membayar cash. Samira Ali Wisata pun menjadi penyelenggara perjalanan ibadah umrah pertama di Indonesia yang memberangkatkan jamaah ketika Pemerintah Arab Saudi membuka lagi izin bagi Indonesia,” ungkap perwakilan Travel Samira Ali Wisata Samarinda Kartina.

Paket biaya ibadah umrah yang ditawarkan Samira Ali Wisata mulai Rp 27,3 juta sampai Rp 32,7 juta. Meski harga mengalami kenaikan, terlebih bila ditambah biaya polymerase chain reaction (PCR) dan karantina, namun tidak memengaruhi daya beli masyarakat. Terlebih di Kaltim, banyak peminat tidak hanya dewasa namun juga anak-anak.

“Umat muslim sudah terlalu rindu untuk bisa menunaikan ibadah umrah. Alhamdulillah dengan kembali diperbolehkannya umrah, antusias masyarakat luar biasa. Apalagi untuk masyarakat Kaltim, nyatanya sekalipun ada karantina dan tambahan biaya perjalanan, mereka tetap memilih berangkat,” ucap Kartina.

Dia akan bertandang ke Tanah Suci membawa rombongan dari Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Tarakan, Sangatta, Bontang, Berau, Kutai Barat dan bergabung dengan Kalbar hingga Depok di Jakarta nanti. Dengan jumlah calon jamaah mencapai 450 orang.

Sebelum 2022 pun sudah banyak masyarakat yang mendaftarkan diri. Dan terkait dengan persiapan jelang musim haji mendatang, dirinya belum mendapatkan informasi resmi. Mengingat saat ini Samira Ali Wisata masih fokus dengan perjalanan ibadah umrah.

“Potensi di Kaltim sangat besar. Warga sudah rindu umrah dan haji. Apalagi dari informasi dari Kemenag (Kementerian Agama), banyak jamaah yang tertunda keberangkatannya karena pandemi. Harapannya seluruh perwakilan atau travel bisa benar-benar mematuhi kebijakan, agar umrah bisa terus dibuka dan tidak ada lagi suspend,” harapnya.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada 2020 hingga 7 Januari 2022, terdapat 14.999 orang di Kaltim yang tertunda keberangkatan umrahnya. Samarinda sebagai penyumbang calon jamaah terbesar, yakni 4.721 orang. Lalu disusul Balikpapan 4.059 orang dan Kutai Kartanegara 1.550 orang. (lil/rom/k16)

 

Calon Jamaah Umrah Kaltim

Kabupaten/Kota Jumlah

Berau 914 orang

Kutai Barat 188 orang

Kutai Kartanegara 1.550 orang

Kutai Timur 1.156 orang

Penajam Paser Utara 667 orang

Tanah Paser 510 orang

Balikpapan 4.059 orang

Bontang 1.234 orang

Samarinda 4.721 orang

Total 14.999 orang

 

Sumber: Siskohat Kemenag per tanggal 7 Januari 2022