BALIKPAPAN - Masyarakat Kota Minyak belakangan ini kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Beberapa SPBU di Balikpapan rata-rata mengalami kehabisan stok. Seperti pantauan Kaltim Post, Selasa (11/1), beberapa SPBU di Balikpapan saat didatangi rata-rata tidak menjual pertalite. Keterangan yang diberikan petugas, yakni stok kosong atau menunggu kedatangan.

Masyarakat pun “dipaksa” beralih menggunakan BBM RON 92 atau Pertamax dan Pertamax Turbo. Kondisi ini membuat sejumlah antrean di beberapa SPBU. Seperti dialami Ismail (38) yang sempat datang ke dua SPBU berbeda, yakni di DAM dan kawasan Batakan. “Dua SPBU yang saya datangi tidak ada pertalite. Petugas SPBU memberi informasi bahwa BBM sedang dalam perjalanan,” terangnya.

Mau tidak mau, ia mengisi Pertamax. Sebagai driver Gocar, hal ini cukup memberatkan. Karena cost untuk BBM meningkat. Senada, Hendra (34) mengaku kesulitan mencari pertalite beberapa hari terakhir. “Datang ke beberapa SPBU stoknya banyak yang kosong,” katanya. Mau tidak mau, ia pun mengisi tangki kendaraan roda duanya menggunakan Pertamax.

Salah satu petugas BBM di SPBU Batakan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pihaknya masih menjual pertalie. Hanya saja memang pengiriman dari Pertamina terlambat. “Kalau menjual masih. Cuma memang pasokan ini agak lambat. Semoga segera bisa normal lagi,” bebernya.

Pjs Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Ispiani mengatakan, pasokan BBM sejauh ini dalam kondisi normal. “Hanya memang ada penyesuaian pasca-Satgas Nataru (Natal dan tahun baru) atau pengamanan BBM Nataru. Saat Nataru pasokan BBM ditingkatkan. Dan sekarang kan sudah kondisi normal, jadi ada penyesuaian lagi,” katanya.

Ia tidak menampik ada kendala pengantaran BBM. Namun, ia pastikan pasokan BBM tetap normal. Pihaknya masih memasok BBM nonsubsidi RON 90 (pertalite) ke SPBU di Balikpapan atau Kalimantan Timur. Adapun konsumsi pertalite untuk Kalimantan Timur normalnya 1.585 kiloliter (kl) per hari. Pertamax sekitar 176 kl per hari dan Pertamax Turbo sekitar 47 kl per hari. (aji/ndu/k15)