SENDAWAR–Kerusakan jalan trans Kalimantan, akses Kutai Barat (Kubar) ke Samarinda belum dapat maksimal dilintasi kendaraan warga. Hal ini menjadi masalah besar bagi warga Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu).

Tidak saja menjadikan hambatan angkutan penumpang untuk jalur transportasi darat. Tapi juga angkutan bahan pokok. Mau tidak mau, warga harus memilih angkutan jalur Sungai Mahakam. Kondisi ini sudah berlangsung hingga tiga bulan terakhir.

Yang menjadi masalah, kapasitas angkutan kapal motor Sungai Mahakam menjadi membeludak. Kasus tenggelamnya kapal motor hingga menewaskan puluhan penumpang harus menjadi perhatian. Kepala Dinas Perhubungan Kubar Rahmad membenarkan, kerusakan jalan trans Kalimantan belum bisa dilintasi dengan baik oleh angkutan penumpang. Sehingga menjadi pilihan warga angkutan jalur sungai.

“Membeludaknya jumlah penumpang semenjak jalan trans Kalimantan rusak di wilayah Desa Perian, Kutai Kartanegara,” kata mantan camat Melak itu.Dengan banyaknya warga memilih jalur angkutan sungai, kata dia, menjadi perhatian Dishub untuk memberikan rasa aman bagi warga yang menggunakan jasa transportasi tersebut. “Kami selalu mengecek dan mengawasi ke lapangan, agar pemilik jasa angkutan sungai wajib menjaga keselamatan penumpang. Di samping itu jangan melebihi kapasitas sesuai dengan armada,” tegasnya.

Demikian juga apabila jarak pantau kurang atau tidak jelas diakibatkan kabut maupun hujan lebat, agar bersandar ke tepi. “Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Karena wajib mengutamakan keselamatan,” terangnya.

Berdasarkan pantauan media ini, jasa angkutan sungai tidak saja kapal motor rute Samarinda-Kubar-Mahulu. Melainkan juga sudah tersedia angkutan cepat menggunakan speedboat. Rute Melak, Kubar ke Samarinda.

Jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Melak ke dermaga speedboat Pasar Pagi di Samarinda seminggu tiga kali. Yakni Senin, Rabu, dan Sabtu. Sebaliknya, rute Samarinda ke Kubar yakni Selasa, Kamis, dan Minggu. “Harga tiketnya Rp 400 ribu per orang. Kapasitas penumpang sekitar 20–25 orang per speedboat,” kata Amin, warga Melak.

Karena banyaknya peminat, menurut Amin, harus pesan tiket seminggu sebelum keberangkatan. “Karena teman saya pernah mau berangkat dan saat itu juga pesan tiket. Ternyata sudah habis tiketnya,” terang dia.

Untuk jarak tempuh perjalanan sekitar 7–8 jam. Berangkat pukul 10.00 Wita dari Pelabuhan Melak hingga tiba di Samarinda pukul 15.00 Wita.

“Selama perjalanan, penumpang bersandar di Kota Bangun, Kukar, untuk makan siang. Kalau makan di situ (Kota Bangun) bayar masing-masing oleh penumpang. Bukan tanggungan pihak pemilik speedboat,” terangnya.

Arman, salah satu pemilik armada speedboat, menyebutkan armada yang disiapkan tiga unit per hari. Namun jumlah armada yang berangkat bergantung adanya permintaan penumpang.

Begitu pula jasa transportasi kapal motor rute Mahulu-Kubar-Samarinda. Pemesanan tiket di bagian lantai atas atau VIP dengan tarif Rp 150 ribu per orang, harus satu minggu sebelum keberangkatan.

“Kalau tidak bakalan penuh. Kemudian untuk lantai dasar atau kelas ekonomi tarifnya Rp 130 ribu per orang.  Kapal motor melayani dua armada setiap hari,” kata Hadri, warga Melak yang berprofesi buruh bongkar muat barang di kapal motor di Pelabuhan Melak.

Keberangkatannya pukul 18.30 Wita. “Tapi kalau penumpang sudah penuh jumlah penumpangnya, langsung berangkatkan ke Samarinda,” terangnya.

Sedangkan rute Kecamatan Long Bagun, Mahulu, sampai bersandar di Pelabuhan Melak sekitar pukul 21.00 Wita. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Samarinda tiba pukul 11.00 Wita,” katanya.

Demikian pula arus balik atau Samarinda ke Kubar. Keberangkatan di Pelabuhan Sungai Kunjang Samarinda pukul 07.00 Wita tiba di Pelabuhan Melak antara pukul 03.00 atau 04.00 dini hari. (rud/kri/k8)